Kementan menilai, koperasi sawit bukan hanya sarana administrasi, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat posisi tawar petani.
Dengan wadah kelembagaan yang solid, petani akan lebih mudah mengakses bantuan peremajaan kebun, pendanaan, hingga menjalin kemitraan dengan perusahaan besar.
“Kuncinya adalah kebersamaan. Kalau koperasi dan petani tertata, pemerintah siap mendukung penuh,” tegas Togu.
Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan keras bagi petani sawit yang masih berjalan sendiri-sendiri. Tanpa koperasi, akses terhadap program PSR, dukungan Sarpras, maupun kemitraan dengan perusahaan besar akan tetap terbatas.
Sementara dengan koperasi, peluang terbuka lebar untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, hingga daya saing petani sawit Indonesia di pasar global.
Kementan Blak-blakan, Tanpa Koperasi Sawit Petani Sulit Nikmati Bantuan PSR
Diskusi pembaca untuk berita ini