Tak hanya sapi, PKM juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan kambing dan domba. Ketersediaannya yang melimpah serta harga yang relatif kompetitif membuat bungkil inti sawit menarik sebagai alternatif bahan baku pakan.

Pada sektor unggas, PKM juga bisa digunakan dalam formulasi pakan ayam broiler, ayam petelur, maupun bebek. Meski begitu, penggunaannya perlu diperhitungkan secara tepat karena kandungan serat PKM relatif tinggi dibandingkan sejumlah bahan pakan unggas lainnya.

Pemanfaatannya bahkan mulai berkembang pada sektor perikanan dan akuakultur. Dalam komposisi tertentu, PKM dapat menjadi sumber nutrisi alternatif untuk membantu menekan biaya produksi pakan.

Dalam perdagangan internasional, Palm Kernel Meal (PKM) dan Palm Kernel Expeller (PKE) terkadang digunakan secara bergantian. Padahal, keduanya memiliki perbedaan dalam proses pengolahan.

PKE dihasilkan melalui proses pengepresan mekanis atau expeller press sehingga masih memiliki kandungan minyak yang relatif lebih tinggi. Sementara PKM umumnya dihasilkan melalui ekstraksi pelarut yang mengambil lebih banyak minyak sehingga kadar minyak residunya lebih rendah.

Perbedaan proses tersebut membuat karakteristik nutrisi dan energi kedua bahan juga bisa berbeda.

Meski punya potensi besar, penggunaan PKM sebagai bahan pakan bukan tanpa tantangan. Kandungan serat yang tinggi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam penyusunan formulasi ransum.