Jakarta, elaeis.co – Palm Kernel Meal (PKM) atau bungkil inti sawit ternyata tak sekadar produk samping industri kelapa sawit. Bahan ini berpotensi menjadi alternatif pakan ternak yang ekonomis karena memiliki kandungan protein, serat, energi, dan mineral, sekaligus tersedia dalam jumlah melimpah di Indonesia.

Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar dunia tak hanya menghasilkan crude palm oil (CPO) dan crude palm kernel oil (CPKO). Dari pengolahan inti sawit, juga dihasilkan bungkil yang dikenal sebagai Palm Kernel Meal atau PKM.

Selama ini, PKM kerap dipandang sebagai produk sampingan. Namun, kandungan nutrisinya membuat bahan tersebut banyak dimanfaatkan dalam industri pakan, terutama untuk ternak ruminansia.

PKM merupakan material padat yang tersisa setelah minyak inti sawit diekstraksi. Proses tersebut dapat dilakukan melalui pengepresan mekanis maupun ekstraksi pelarut.

Secara umum, PKM memiliki kandungan protein kasar sekitar 14-18 persen. Bahan ini juga mengandung serat kasar yang cukup tinggi, energi metabolisme, serta sejumlah mineral seperti fosfor, kalium, dan magnesium.

Selain itu, PKM memiliki kandungan mannan yang cukup tinggi. Komponen ini menjadi salah satu alasan PKM mulai dilirik bukan hanya sebagai sumber nutrisi, tetapi juga sebagai bahan pakan fungsional.

Pemanfaatan PKM paling banyak dikaitkan dengan pakan sapi potong dan sapi perah. Kandungan protein dan energinya dapat menjadi bagian dari formulasi konsentrat, sedangkan seratnya sesuai dengan karakteristik sistem pencernaan ternak ruminansia.

Pada sapi potong, PKM dapat digunakan dalam ransum untuk mendukung pertumbuhan dan peningkatan bobot badan. Sementara pada sapi perah, bahan ini dapat menjadi bagian dari formulasi pakan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.