Bukan Sekadar Campuran Sawit
Bensin hasil co-processing masih menggunakan minyak bumi sebagai bagian dari bahan bakunya. Sementara itu, konsep G100 mengarah pada bensin yang seluruh bahan bakunya berasal dari sawit.
Untuk mewujudkannya, diperlukan teknologi dan fasilitas pengolahan yang mampu mengonversi minyak sawit menjadi komponen bensin tanpa bergantung pada minyak bumi sebagai bahan baku utama.
Tantangan pertama adalah investasi. Produksi G100 dalam skala besar membutuhkan teknologi, fasilitas, dan infrastruktur yang tentu memerlukan modal besar.
Selain itu, persoalan biaya produksi juga menjadi penentu. Bahan bakar yang secara teknis dapat diproduksi belum tentu langsung layak dijual. Biayanya harus kompetitif agar mampu bersaing dengan bahan bakar konvensional maupun bahan bakar nabati lainnya.
Kebijakan menjadi tantangan berikutnya. Pengembangan G100 membutuhkan kepastian regulasi, standar mutu, skema insentif, hingga aturan mengenai produksi dan distribusinya.
Tanpa kepastian tersebut, industri akan menghadapi risiko ketika harus menggelontorkan investasi besar untuk membangun fasilitas produksi.
Karena itu, keberhasilan pengujian teknologi belum otomatis membuat G100 bisa langsung masuk SPBU.
Jangan Samakan dengan Pertamax Green
G100 juga berbeda dengan Pertamax Green yang sudah tersedia di SPBU.
Pertamax Green menggunakan komponen bioetanol sebagai bahan bakar nabati. Bahan baku bioetanol tersebut berasal dari tebu, bukan minyak sawit.
Sementara itu, G100 merupakan konsep bensin yang seluruh bahan bakunya berasal dari sawit.
Jika berhasil dikembangkan, G100 berpotensi membuka pasar domestik baru bagi industri kelapa sawit.
Selama ini, sawit telah dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel untuk kendaraan bermesin diesel. Pengembangan G100 dapat memperluas pemanfaatannya ke kendaraan bermesin bensin.
Dampaknya juga berpotensi dirasakan hingga tingkat petani karena munculnya kebutuhan baru terhadap bahan baku sawit di dalam negeri.
Sudah Diuji Sejak 2018, Kenapa G100 Sawit Belum Ada di SPBU?
Diskusi pembaca untuk berita ini