Cerita Karyawan PalmCo Dukung Kampanye Bebas Emisi
Isu penghematan energi kembali menjadi perhatian di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah mendorong efisiensi konsumsi bahan bakar minyak, penggunaan transportasi publik, serta perubahan pola mobilitas masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional
Dua PLTBg Ini Jadi Andalan PTPN IV PalmCo Tekan Biaya Energi di Tengah Gejolak Global
Ketidakpastian harga energi fosil akibat dinamika geopolitik global mendorong pelaku industri mencari strategi alternatif demi menjaga stabilitas operasional. Di sektor perkebunan, langkah antisipatif tersebut telah menunjukkan hasil. Diantaranya Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, misalnya, mengandalkan energi
44.000 Hektare Sawit PalmCo di Riau Dikelola dengan Skema Organik dan Penyerbukan Alami
PTPN IV PalmCo melalui salah satu unit kerjanya di Riau, Regional III, menargetkan optimalisasi pemanfaatan bahan organik dan penguatan penyerbukan alami hingga mencakup 44.000 hektare areal kebun di Riau pada 2026. Angka itu mencapai lebih dari 60 persen dari total areal dikelola entitas yang sebelumnya dikenal sebagai PTPN V itu.
PTPN IV Regional III Perkuat Posisi Pelopor Pemanfaatan EBT Dari Limbah Sawit
Langkah progresif PTPN IV Regional III, entitas di bawah Subholding PalmCo sebagai pelopor dalam pemanfaatan Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi sumber energi baru terbarukan di Bumi Lancang Kuning, Riau, terus mengalami perkembangan signfikan. Setelah sebelumnya mengoperasikan lima Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg), kini satu unit
Seminar Zero Waste Lifestyle: PTPN IV PalmCo dan IKBI Perkuat Gerakan Minim Sampah dari Rumah
Di tengah tekanan global untuk mengurangi jejak karbon dan memperbaiki kualitas lingkungan, sub holding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo mengambil langkah strategis dengan menggandeng Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) menggelar seminar bertajuk “Memulai dan Konsisten Hidup Minim Sampah Mulai dari Rumah.” Seminar yang berlangsung di Jakarta pekan lalu ini menjadi salah satu inisiatif perusahaan dalam menggalakkan budaya zero waste, tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga di kalangan keluarga karyawan dan masyarakat sekitar. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menyatakan bahwa pencapaian target Net Zero Emission pada 2030 harus melibatkan seluruh elemen perusahaan, termasuk keluarga karyawan.
Berbahan Limbah Sawit, PTPN IV PalmCo Bangun Pabrik Gas Biometan Pertama di Indonesia
PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Sub Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) resmi memulai pembangunan pabrik Gas Biometan Terkompresi (CBG) pertama di Indonesia yang memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit. Proyek yang diinisiasi PTPN IV PalmCo ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam
Unilever Ganti Gas Alam dengan Bio-CNG dari Limbah Sawit Sebagai Bahan Bakar
Perusahaan global Unilever kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan dalam rantai pasok minyak sawit. Melalui anak usahanya, Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) di Sei Mangkei, Sumatera Utara, Unilever mengubah limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi energi bersih berupa biomethane. Langkah ini bukan hanya mengurangi
Pelita Air Pakai Bahan Bakar dari Minyak Jelantah untuk Penerbangan Jakarta–Bali
Sejarah baru sektor aviasi Indonesia tercatat pada Rabu (20/8). Untuk pertama kalinya, penerbangan komersial rute Jakarta–Bali yang dioperasikan Pelita Air menggunakan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO). Pesawat tersebut lepas landas dari Terminal
Pupuk Organik Astemic Jadi Bukti Komitmen AAL Tekan Emisi GRK
PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL) kembali mencatatkan prestasi di sektor perkebunan kelapa sawit. Yakni meraih Anugerah Ekonomi Hijau 2025 untuk kategori Komitmen Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) berkat inovasi pupuk organik Astemic yang sepenuhnya berbahan dasar alami. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas langkah
Agustus 2025, HIP Biodiesel Naik Jadi Rp13.527/Liter
Pemerintah menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis Biodiesel untuk bulan Agustus 2025 sebesar Rp13.527 per liter ditambah ongkos angkut. Penyesuaian harga ini berlaku efektif mulai 1 Agustus 2025 dan menjadi bagian dari implementasi Program Mandatori Biodiese