Pangkalan Kerinci, elaeis.co - Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pelalawan, Provinsi Riau, Efrisyah Putra, bersama jajarannya terjun ke lapangan meninjau ketersedian beras Penyalai di Kecamatan Kuala Kampar lantaran beberapa hari lalu terendam banjir air pasang.
Kedatangan Efrisyah Putra disambut hangat oleh para petani dengan menggelar diskusi bersama pemilik gudang gabah. Setelah mendengar curhatan petani, kegiatan selanjutnya melihat potensi lahan gabah atau padi dengan luas lebih kurang 3.000 hektar di Desa Sungai Solok.
"Kami menyambangi petani suatu bentuk kepedulian pemerintah untuk mendengar keluh kesahnya, apakah dampak banjir pasang yang cukup besar berpotensi terhadap ketersediaan beras," kata Efrisyah Putra lewat press release yang diterima elaeis.co, Kamis (2/2).
Menurutnya, dari hasil peninjauan tersebut ketersediaan gabah atau beras Penyalai saat ini cukup aman dibandingkan dari tahun sebelumnya. " Keterangan ini kita dengar langsung dari petani maupun pemilik gudang beras," pungkasnya.
Terpisah, salah satu pemilik gudang beras di Desa Sungai Solok, Zulfadli, menuturkan untuk panen gabah tahun ini ditargetkan cukup meningkat dari panen tahun sebelumnya.
"Meskipun persawahan dilanda banjir tidak mengurangi kualitas hasil panen padi, cuman yang menjadi kendala adalah pemanenan terpaksa manual dan penjemuran gabah agak susah," ungkapnya.
Air Pasang, Direktur BUMD Pelalawan Pantau Ketersediaan Stok Beras
Diskusi pembaca untuk berita ini