Bengkulu, elaeis.co - Selain bisa dijadikan sumber energi biomassa, cangkang kelapa sawit ternyata juga bisa dijadikan pupuk organik cair (POC). Bahkan kandungan pupuk berbahan cangkang sawit tidak kalah dengan pupuk kimia yang dijual di pasaran.

Pengamat Pertanian dari Universitas Bengkulu, Zainal Mukhtamar mengatakan, cangkang kelapa sawit mengandung banyak unsur kimia diantaranya kalium (K), fosfor (P), natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan seng (Zn). Unsur kalium biasanya dimanfaatkan untuk membuat pupuk cair kalium sulfat. 

"Kalium itu banyak ditemukan di pupuk kimia, dan itu dikandung oleh cangkang kelapa sawit," kata Zainal, kemarin.

Zainal menjelaskan, agar cangkang kelapa sawit bisa menjadi pupuk, terlebih dahulu harus diubah menjadi abu. Setelah menjadi abu selanjutnya dilarutkan dalam 500 ml aquadest dan diambil ekstraknya dengan cara disaring. 

"Ekstrak dari abu yang diencerkan dengan aquadest itu sudah bisa jadi POC," jelasnya.

Untuk pengaplikasiannya, katanya, petani kelapa sawit dapat menyiramkannya di sekitar pohon kelapa sawit. Penyiraman pupuk ini dapat dilakukan setiap tiga bulan sekali.

"Prosesnya cukup mudah, sama seperti pengaplikasian pupuk pada umumnya, dan itu rutin dilakukan tiga bulan sekali," ujarnya.

Ia mengaku, pupuk cair ini sudah diuji coba pada beberapa tanaman kelapa sawit di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah. "Hasilnya pohon kelapa sawit berbuah dengan cukup baik dan sesuai harapan para petani," ungkapnya.

Dia mengaku saat ini kesulitan untuk mendapatkan pasokan cangkang kelapa sawit. Sebab pembelian cangkang kelapa sawit di pabrik tidak bisa dalam jumlah sedikit.

"Selain itu, beberapa pabrik juga sudah memiliki langganan yang biasa membeli cangkang kelapa sawit," sebutnya.

"Makanya kita minta agar Pemprov Bengkulu menginstruksikan PKS menyisihkan dan menjual cangkang kelapa sawit kepada petani di Bengkulu dan diolah menjadi pupuk maupun produk turunan lainnya," tutupnya.