Sementara Ketua Umum Aspek-PIR, Setiyono menambahkan bahwa UKMK merupakan bisnis dengan modal yang kecil. Apalagi didukung dengan pelatihan, pendampingan serta pembinaan maka berpotensi untuk menambah penghasilan dan dapat dikerjakan di rumah masing-masing (home industri).

Kalbar merupakan salah satu provinsi terbesar ketiga sebagai daerah sentra sawit di Indonesia setelah Provinsi Riau dan Sumatera Utara. Data dari Disbun Kalbar kebun kelapa sawit mencapai 3.797.070 hektar dan tersebar di lima kabupaten.

Baca juga: Aspek-PIR Dukung Kemandirian UKMK Berbasis Kelapa Sawit

"Salah satu problem yang dihadapi di wilayah perbatasan adalah fenomena terjadinya tenaga kerja migran yang umumnya adalah anak-anak petani pekebun sawit (milenial)," ujarnya.

Kondisi itu tentu memerlukan upaya penciptaan lapangan pekerjaan bagi generasi muda milenial melalui optimalisasi potensi kelapa sawit dengan menumbuhkan peluang usaha UMKM dari hilirisasi kelapa sawit, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya kebun dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digitalisasi.

Baca juga: Workshop UKMK Sawit Milenial Aspek-PIR Kalbar di Singkawang Dapat Perhatian dari Mantan Wali Kota

Untuk itu, kata Setiyono, diperlukan penumbuhan jiwa kewirausahaan dikalangan kaum milenial putra-putri petani sawit secara khusus di wilayah perbatasan dengan negara tetangga.

"Kita berharap gelaran workshop itu dapat menambah wawasan dan memotivasi generasi milenial untuk berwirausaha UKMK berbasis kelapa sawit. Sehingga pendapatan petani bertambah dan kesejahteraan semakin terjamin," imbuhnya.