Oleh karena itu, masalah ini harus diatasi dengan membuat data yang valid, satu data, baik KTP maupun kelompok tani sehingga bisa diperjuangkan agar petani rakyat tetap bisa mendapatkan subsidi pupuk. "Yang kecil harus dibantu dan besar biarkan tumbuh dengan baik," ujarnya.

Dia menjelaskan kelapa sawit merupakan komoditas ekspor yang menghasilkan devisa paling besar. Sawit dan turunannya banyak sekali. berbagai macam produk seperti minyak goreng, margarin, kosmetik dan sebagainya. 

Sawit ke depan masih menjadi andalan. Ekspor kelapa sawit Indonesia masih menjadi nomor satu dunia sehingga mendapatkan tantangan kampanye negatif sawit.

"Satu kendala yang kita hadapi saat ini, kondisi kebun sawit kita rata-rata sudah berusia tua, sehingga sudah waktunya dilakukan replanting," katanya. 

Sementara, Praktisi industri kelapa sawit Kardi Maryoto mengatakan kelapa sawit sebagai penghasil minyak kelapa sawit (crude palm oil) dan inti kelapa sawit (kernel palm oil) merupakan salah satu primadona tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghasil devisa non migas bagi Indonesia.

Hal ini disebabkan oleh permintaan dan harga produk CPO di pasar dunia meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir ini, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi terhadap produk-produk turunan dari kelapa sawit yang dapat digunakan sebagai bahan baku beberapa sektor industri lain (industri hilir).

Lalu, Ketua DPD I Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-PIR) Sumatera Utara Syarifuddin Sirait mengatakan hampir setengah perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah perkebunan rakyat.

Pada kesempatan itu, dia menyampaikan harapan kepada pemerintah untuk memperbaiki tata kelola perkebunan kelapa sawit rakyat  yang sesuai dengan standar teknis kebun dan penguatan kelembagaan pekebun melalui Korporasi Pekebun; Kepemilikan PKS (Kepemilikan Saham Pabrik Kelapa Sawit).