Iptek 

Ground Test Avtur Berbahan Minyak Sawit Berjalan Sukses

Ground Test Avtur Berbahan Minyak Sawit Berjalan Sukses
Uji coba penggunaan Bioavtur berbahan minyak sawit pada pesawat CN235-220 Flying Test Bed yang dilakukan di hanggar milik PTDI di Bandung, Senin (6/9/2021). (Dok. PT DI)

Bandung, Elaeis.co - Program Nasional Bioavtur yang dicanangkan pemerintah mulai menunjukkan hasil. Konsorsium Program Nasional Bioavtur berhasil melakukan uji coba darat (ground test) penggunaan Bioavtur J2.4 sebagai bahan bakar pesawat.

Dalam keterangan resmi pihak PT Dirgantara Indonesia (DI) yang diterima Elaeis.co disebutkan, uji coba dilakukan pada pesawat CN235-220 Flying Test Bed (FTB) di Bandung, Senin (6/9/2021). PT DI adalah BUMN yang memproduksi pesawat CN235 dan menjadi salah satu anggota konsorsium Program Nasional Bio-Avtur. Anggota konsorsium lain yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Bioenergi, PT GMF Aeroasia, PT Pertamina (Persero), DKPPU, IMAA, DPNPKS, dan Lemigas, di bawah naungan Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM).

Upaya implementasi bioavtur tersebut diyakini akan berdampak positif dalam pencapaian kontribusi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dimana di dalam Kebijakan Energi Nasional telah ditetapkan target pemanfaatan EBT sebesar 23% pada tahun 2025.

Diharapkan pemanfaatan green avtur di Indonesia dapat dilaksanakan secara optimal dalam rangka penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) guna mengakselerasi pencapaian target EBT dalam bauran energi nasional sesuai PP 79/2014 tentang Kebijakan Energi Nasional dan Perpres 22/2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional.

Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan, menjelaskan, bahan bakar Bioavtur J2.4 adalah campuran yang dihasilkan dari bahan baku 2,4% minyak inti sawit atau Refined Bleached Degummed Palm Kernel Oil (RBDPKO) dengan menggunakan katalis. 

“Ini adalah produk hasil kerja sama antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan PT Pertamina (Persero),” katanya.

Ground test tersebut dilaksanakan Senin pagi di Apron Hanggar Aircraft Services PT DI selama 20 menit oleh tim uji PT DI dipimpin oleh Captain Adi Budi. Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Integrasi, Koordinasi dan Interface Minyak & Gas Bumi, Nanang Untung dan Ketua Peneliti Katalis ITB, Subagyo, Direktur Utama PT DI, Elfien Goentoro, dan Gita Amperiawan, menyaksikan langsung uji coba tersebut.

Pesawat CN235-220 FTB yang diisi bahan bakar Bioavtur J2.4 tersebut merupakan wahana PT DI dalam melakukan pengujian dan pengembangan hingga proses sertifikasi sistem baru sebelum diimplementasikan ke pesawat CN235-220 milik customer.

“Dalam pengetesan, yang pertama adalah start engine sebelah kanan yang menggunakan Bioavtur J2.4 kemudian diikuti dengan start engine sebelah kiri yang menggunakan avtur Jet A1. Semuanya normal, tidak ada abnormality,” Gita menjelaskan.

Kemudian pihaknya melakukan power check dengan power pertama kali adalah flight idle dan secara bertahap dinaikkan sampai ke maximum takeoff power. Setelah itu yang terakhir dilakukan evaluasi respon engine saat akselerasi dan deselerasi. Disusul dengan perubahan secara cepat dari maximum power ke flight idle diikuti dengan slamming ke maximum power.

“Dari semua test yang dilakukan, respon engine berjalan normal dan tidak terlihat perbedaan dibandingkan saat menggunakan bahan bakar Avtur,” Captain Adi Budi menambahkan.

Menurutnya, hasil pengujian ground test dan flight test pesawat turboprop CN235-220 FTB dengan menggunakan Bioavtur J2.4 ini akan menjadi data penting dan masukan bagi otoritas terkait di Indonesia, dalam hal ini Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA).

Gita mengungkapkan, uji coba itu adalah ground test terakhir dan pesawat tersebut rencananya akan melakukan uji coba terbang atau flight test menggunakan Bioavtur pada minggu kedua September 2021. “Flight test akan dilakukan dua kali ke Bandara Soekarno Hatta Cengkareng,” sebutnya.

“Dengan diberikannya kepercayaan dari konsorsium pengembangan Bioavtur J2.4 untuk menggunakan bahan bakar bioavtur di pesawat CN235-220 FTB, diharapkan dapat mendukung pemanfaatan bahan bakar nabati di sektor industri kedirgantaraan dan dapat meningkatkan kemandirian energi, terutama kombinasi antara penggunaan avtur dengan kelapa sawit,” tutupnya.

Editor: Rizal