Lhokseumawe, elaeis.co - Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta pasangan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur periode 2025-2030, Iskandar Usman Al-Farlaky dan T. Zainal Abidin, memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Aceh untuk menertibkan perusahaan sawit.

Gubernur yang akrab disapa Mualem itu mengatakan, luas kebun sawit milik perusahaan yang ada di Aceh Timur harus sesuai dengan hak guna usaha (HGU) dan perusahaan juga harus memperhatikan petani dan masyarakat sekitar.

Untuk memastikan kesesuaian dengan izin yang diberikan, pihaknya akan segera menurunkan tim untuk mengukur luas kebun sawit yang beroperasi di Aceh, termasuk Aceh Timur.

“Kami akan mengukur kebun-kebun sawit perusahaan di Aceh Timur apakah sesuai dengan HGU atau tidak. Kalau lebih, kami akan ambil tindakan, ini untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Mualem dalam rilis Humas Pemprov Aceh dikutip Kamis (3/4).

Dia juga meminta agar perusahaan sawit memberikan hak plasma 20 persen dari luasan HGU kepada masyarakat. “Dengan begitu masyarakat dan petani di Aceh Timur dapat lebih sejahtera,” tukasnya.

Selain itu, Mualem juga meminta agar Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki Aceh Timur. Ia menyebutkan, Aceh Timur punya potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, kelautan dan perikan yang bisa dimanfaatkan untuk memajukan daerah.

“Yang tak kalah penting, pasangan pemimpin baru ini harus dapat menjaga keharmonisan hubungan dengan pihak DPRK. Kemudian menjalin koordinasi yang baik dengan Pemerintah Aceh. Jaga dukungan masyarakat dan doa ulama agar pembangunan di Aceh Timur berjalan dengan lancar,” pesannya.

Sementara itu, Iskandar Usman Al Farlaky menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dari masa pilkada lalu. Ia berharap dukungan itu dapat terus berlanjut agar pihaknya dapat menjalankan pembangunan di Aceh Timur. “Dinamika Pilkada mari kita sudahi, jangan ada lagi pendukung tertentu dan mari semua bersatu,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi keuangan Pemkab Aceh Timur saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dibutuhkan tangan dingin untuk mengembalikan stabilitas keuangan dan pembangunan di Aceh Timur. Oleh sebab itu, ia pun meminta agar Gubernur Aceh dapat mengalokasikan dana lebih kepada Aceh Timur agar pembangunan berjalan cepat.

Dalam kesempatan itu, dia juga meminta agar jajaran kepala SKPD, Camat dan ASN Pemkab Aceh Timur bekerja optimal. “Kami memberikan waktu untuk tunjukkan kinerja, kami tidak asal ambil langkah tidak tepat, kami punya alat ukur untuk menilai kinerja aparatur dalam bekerja mewujudkan program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.