Serba-Serbi 

Harga Sawit Bagus, Ada yang Main Klaim Kebun Orang

Harga Sawit Bagus, Ada yang Main Klaim Kebun Orang
Para petani anggota KPKS Pasir Mandoge sedang bersiap-siap panen sawit (Dok. Syafarudin Sirait)

Kisaran, Elaeis.co - Tingginya harga tandan buah segar (TBS) membuat banyak orang semakin berhasrat memiliki kebun sawit. Ada yang membeli lahan baru, ada yang menggarap tanah warisan, ada pula yang tiba-tiba menguasai kebun yang sudah puluhan tahun dikelola orang lain dan mengaku-ngaku sebagai pemilik tanah yang sah.

Kasus yang terakhir itu dialami oleh petani sawit yang tergabung dalam Kelompok Petani Kelapa sawit (KPKS) di Kecamatan Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

“Kami bersyukur dengan harga TBS yang naik ini, menyejahterakan kami. Tapi baru-baru ini ada yang mencoba merampas kebun sawit kami. Memang tidak dengan jalan kekerasan, tapi mengakui bagian kebun plasma kami sebagai milik keluarganya,” kata Ketua KPKS, Syafarudin Sirait, kepada Elaeis.co, Selasa (19/10/2021).

Karena kebun anggotanya digarap dan dikuasai secara sepihak, KPKS akhirnya melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Kisaran. “Pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan itu kami gugat secara perdata,” Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti rakyat (Aspek-PIR) Sumut itu menjelaskan.

Ia enggan mengungkapkan identitas pihak tergugat. “Dia orang Pasir Mandoge juga, mengaku memiliki surat resmi sebagai bukti kepemilikan tanah seluas 12 hektar yang merupakan kebun anggota KPKS. Dia mengandalkan surat keterangan dari camat yang dibuat tahun 1982,” ungkapnya.

“Pihak tergugat mengklaim 12 hektar kebun sawit kami adalah milik keluarganya, dia mengaku sebagai ahli waris. Padahal, saat KPKS menggarap lahan 288 hektar mulai tahun 1985, tak ada satu pihak pun yang mengajukan gugatan klaim, termasuk dari pihak tergugat,” tambahnya.

Menurutnya, lahan 12 hektar yang diklaim tergugat itu adalah kepunyaan enam petani sawit anggota KPKS. “Capek kami dibuat tergugat, harus bolak-balik ke pengadilan,” tukasnya.

Untunglah PN Kisaran akhirnya memenangkan gugatan KPKS. “Kami memiliki bukti kepemilikan lahan yang sangat kuat berupa sertifikat hak milik (SHM),” bebernya.

Agar lahan itu tak diusik lagi oleh tergugat, Minggu depan pihak pengadilan akan mengeksekusi kebun seluas 12 hektar tersebut dan menyerahkannya ke penggugat selaku pihak yang memenangkan perkara. “Nanti pihak tergugat ikut menyaksikan,” sebutnya. 


 

Editor: Rizal