Dewandaru 

Mau Jadi Pengusaha, Tanggalkan Belenggu Diri

  • Reporter Aziz
  • 12 Oktober 2021
Mau Jadi Pengusaha, Tanggalkan Belenggu Diri
Wayan Supadno. foto: ist

Beberapa bulan ini saya menambah pekerja puluhan kepala keluarga. Baik untuk di kebun, sopir truk dan kandang sapi. Puncaknya, kemarin saya merekrut lulusan S2 Akuntansi alumni Kampus hebat, sudah 1,5 tahun belum kerja.

Ada hal menarik perhatian saya. Saat saya tanya, apakah tidak ingin jadi pengusaha? Jawabnya lugas, ingin sekali Pak. Agar bisa menciptakan lapangan kerja, bayar pajak jumlah besar dan peran lainnya.

Saya ingin jadi pengusaha juga. Tapi tidak punya modal. Belum punya pengalaman. Memulainya dari mana dan bagaimana cara memulainya. Teman - temannya sama juga, persis masalahnya.

Seolah tidak percaya dengan cerita saya tadi. Saya berkata jujur kalau lahir dari keluarga transmigrasi. Kecilnya nyaris bisu tidak naik kelas 2x di SD. Rangking 47 dari 47 siswa di SMA 1 Singaraja saat klas 1. Untungnya lulus SMA dapat urutan atas. 

Akhirnya studi di Universitas Airlangga Surabaya. Itupun sambil kuliah juga kerja. Ngepel, nyeterika, nyapu agar dapat kos gratis. Untungnya dapat beasiswa. Tahu bertani karena kuliah ilegal di Kampus IPB selama 2 tahun. Sunyi senyap asal dapat ilmu aja. Tanpa gelar karena tidak terdaftar.

Artinya saya adalah testimoni dari pelaku usaha dari rendah bahkan 13 tahun lalu nol besar. Karena bangkrut. "Bisanya karena membiasakan". Menanggalkan rasa penyebab nyali ciut. "Itu hanya belenggu diri". Misal tidak punya modal, bukan darah pengusaha, dllnya.

Sesungguhnya sama persis mau jadi perenang, mau jadi penbalap. Rasanya tidak masuk akal. Tapi asal dimulai pasti bisa. Tuhan berjanji akan mengubah nasib umatnya bagi yang mau berusaha mengubah nasibnya. Man jadda, wa jadda. Yang bersungguh-sungguhlah yang berhak menikmati.

Mari kita awali melepas ketergantungan kita mencari lowongan kerja di perusahaan milik Konglomerat dan PMA. Kita bisa ciptakan lapangan kerja asal mau memulai. Akan makin cepat sampai tujuan jika yang sudah berhasil gemar berbagi kiatnya agar jadi tuntunan bagi yang mau memulai usaha.



 

Editor: Abdul Aziz