Banten, elaeis.co - Permasalahan antara petani swadaya yang dinaungi Apkasindo Banten dan PKS Kertajaya sampai saat ini belum juga menemui titik terang. Meski dilema, petani plasma dibawah naungan Aspek-Pir Banten memilih netral.

Sikap netral petani plasma itu dipilih bukan tanpa sebab. Petani plasma mengaku khawatir akan terganggunya kerja sama khususnya dalam pembelian hasil kebun kelapa sawit milik petani.

"Semoga masalah timbangan di PKS Kertajaya PTPN IV regional 1 cepat selesai. Karena kalau terus berlarut kami kawatir akan berdampak pada hal-hal yang lain, contohnya saja PKS biasa menggunakan 2 timbangan sekarang hanya 1 itu sangat menggangu keluar masuk, apalagi kalau ada peningkatan jumlah TBS jelas sangat berdampak," ujar Ketua Aspek-Pir Banten, M Nur kepada elaeis.co, Kamis (22/5).

Lantaran sikap netral tadi, pihaknya juga tidak ikut turun aksi seperti yang dilakukan oleh petani swadaya beberapa waktu lalu. Meski M Nur tak menampik bahwa langkah petani kelapa sawit tidak sepenuhnya salah, sebab meminta kejelasan atas permasalahan yang terjadi. Apalagi masalah ini sudah sampai di ranah kepolisian. Jadi kedua belah pihak saling melaporkan.

"Kita tidak membela salah satu sisi. Kita hanya ingin masalah ini cepat selesai, hubungan kerjasama petani dan perusahaan kembali harmonis," ujarnya. 

Meski begitu, pihaknya menghimbau agar petani plasma dibawah naungan Aspek-Pir Banten dapat menahan diri. Jika ada masalah lebih diutamakan berdiskusi terlebih dahulu untuk mencari jalan keluar terbaik.

"Alhamdulillah kami petani plasma masih bisa menimbang di timbangan PKS Kertajaya yang saat ini hanya mengoperasikan satu timbangan saja. Jika rusak juga bisa dibayangkan kerugian semua, untuk itu semoga masalah timbangan ini segera ada solusinya kepada seluruh pemangku kepentingan agar bisa menengahi permasalahan tersebut," tandasnya.