Pekanbaru, elaeis.co - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru Wirandi Mustafa mengapresiasi penangkapan alat berat dan sejumlah pekerja di Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau.

Katanya, perambahan hutan yang kabarnya hendak dijadikan kebun sawit itu diduga diotaki oleh oknum anggota DPRD di salah satu daerah di Riau. 

"Kasus seperti ini sering terjadi di Riau. Untuk itu, kita minta DLHK memberikan efek jera serta pihak kepolisian harus tegas dan memberi hukuman yang seberatnya," kata Wirandi kepada elaeis.co, Rabu (6/7).

Wirandi juga meminta DLHK Riau jangan  khawatir untuk mengusut tuntas siapa saja yang terlibat dalam perambahan TNBT. "Sekalipun jika yang terlibat adalah anggota dewan," tukasnya.

Tengku Gusri, Kabid PTKP HMI Cabang Pekanbaru, menambahkan, penindakan terhadap kasus perambah hutan bukan pekerjaan yang mudah karena akan dihadapkan dengan oknum yang memiliki pengaruh besar.

"Apresiasi buat DLHK Provinsi Riau karena keberaniannya menindak oknum-oknum perambah hutan itu. Resikonya, DLHK akan menghadapi oknum yang memiliki power," ujarnya.

HMI cabang Pekanbaru akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan mengingatkan DLHK Provinsi Riau dan Polda Riau agar menindak perambahan hutan yang terjadi di kawasan hutan lainnya.

"Jika hutan rusak, ekosistem pun akan mengalami kerusakan dan masyarakat akan mendapatkan konsekuensi bencana dari kerakusan oknum yang merambah hutan," katanya.