Dalam proses distilasi surya, air dipanaskan hingga menguap, kemudian uap tersebut diubah menjadi air tawar melalui kondensasi. Sifat termal cangkang kelapa sawit meningkatkan efisiensi proses ini sehingga membuatnya lebih efektif dalam menghasilkan air tawar.
Sebagai limbah dari industri kelapa sawit, cangkang kelapa sawit tersedia dalam jumlah besar dan bisa didapatkan secara gratis atau dengan biaya yang sangat rendah. "Hal ini menjadikan cangkang kelapa sawit sebagai alternatif yang cost-effective dibandingkan dengan bahan lain yang mungkin lebih mahal," sebutnya.
"Cangkang kelapa sawit dapat digunakan sebagai bahan bakar atau penyimpan panas sehingga membantu mengurangi biaya produksi dalam aplikasi distilasi surya. Hal ini memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan, terutama bagi daerah-daerah yang memiliki industri kelapa sawit," tambahnya.
Lebih lanjut Himsar menjelaskan, penggunaan cangkang kelapa sawit sebagai sumber daya juga berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah industri kelapa sawit, kita dapat mengurangi jumlah limbah yang harus dibuang atau diolah. Selain itu, penggunaan cangkang kelapa sawit dalam aplikasi energi terbarukan membantu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, yang pada gilirannya dapat mengurangi emisi karbon dan dampak negatif terhadap lingkungan.
“Cangkang kelapa sawit dalam distilasi surya terbukti mampu meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan. Cangkang kelapa sawit membantu menjaga suhu yang tinggi dalam perangkat distilasi, mempercepat proses penguapan dan kondensasi. Hasilnya, lebih banyak air tawar yang dihasilkan dalam waktu yang lebih singkat. Dengan meningkatnya efisiensi energi, perangkat distilasi surya yang menggunakan cangkang kelapa sawit menjadi lebih produktif dan bermanfaat, terutama di daerah-daerah yang memiliki akses terbatas terhadap air bersih,” bebernya.
Dalam penelitian yang mereka lakukan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan cangkang kelapa sawit dalam distilasi surya meningkatkan efisiensi eksersi, yang merupakan ukuran seberapa baik perangkat tersebut mengubah energi yang tersedia menjadi energi yang berguna. Dalam studi tersebut, distilasi surya dengan 5 kg cangkang kelapa sawit mencapai efisiensi eksersi 2,879%, sedangkan distilasi surya konvensional hanya mencapai 2,255%. Hasil ini menunjukkan bahwa cangkang kelapa sawit dapat memberikan peningkatan signifikan dalam efisiensi eksersi, membuat distilasi surya menjadi lebih efektif dan bermanfaat.
Pemilihan cangkang kelapa sawit menurut mereka memberikan peluang bagi industri untuk menjadi lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam mengelola limbah industri kelapa sawit. Penggunaan cangkang kelapa sawit dalam distilasi surya juga dapat membantu daerah-daerah dengan akses terbatas terhadap air bersih untuk menghasilkan air tawar secara lebih efisien. Terlebih wilayah geografis Indonesia terdiri dari setidaknya 17.000 pulau. Banyak diantaranya yang belum mendapatkan akses air bersih yang memadai.
“Secara keseluruhan, cangkang kelapa sawit memberikan solusi inovatif dan berkelanjutan untuk tantangan energi dan lingkungan di masa depan. Melalui penggunaan cangkang kelapa sawit, kita dapat mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai dan memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan planet kita,” pungkas Himsar.
Peneliti USU Gunakan Serbuk Cangkang Kelapa Sawit untuk Pemurnian Air Laut
Diskusi pembaca untuk berita ini