Jakarta, elaeis.co - Ardi Praptono, S.P.,M.Agr., Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma di Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian (Kementan) RI,
menilai perlu didorong kemitraan untuk peningkatan penggunaan pupuk organik pada lahan kebun petani.

"Terutama kemitraan antara para pekebun dengan korporasi," katanya kepada elaeis.co  melalui jawaban tertulis, Kamis (4/5).

Ardi ditanya itu menyusul setelah dalam sebuah rapat terbatas (ratas) Presiden Joko Widodo meminta pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia dengan meningkatkan penggunaan pupuk organik bagi para petani.

Dengan kemitraan itu, menurut Ardi, diharapkan ada transfer pengetahuan dari perusahaan mitra kepada pekebun, terutama dalam efisiensi dan efektivitas penggunaan pupuk.

Diakui Ardi, untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi kelapa sawit, sebagian besar petani kelapa sawit masih bergantung pada penggunaan pupuk kimia.

Padahal, menurut Ardi, penggunaan pupuk organik sudah banyak diimplementasikan pada kebun-kebun kelapa sawit korporasi yang terintegrasi dengan pabrik kelapa sawit melalui pemanfaatan produk samping seperti janjangan kosong dan Palm Oil Mill effluent (POME).

Pada bagian lain Ardi menjelaskan, penggunaan pupuk organik diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas tanah yang digunakan, sehingga kesuburan tanah dapat dikembalikan untuk membudidayakan tanaman.

Merujuk hasil sejumlah riset, menurut Ardi, menunjukkan bahwa sebagian dari 7 juta hektar tanah sudah mengalami degradasi kualitas, terutama di Pulau Jawa, sehingga untuk menyuburkan kembali salah satunya melalui penggunaan pupuk organik.