Aceh, elaeis.co - Meski luasan kebun kelapa sawit masih kecil, Aceh tenggara menjadi salah satu sentra kelapa sawit di Provinsi Aceh. Hal ini mendorong petani menuntut adanya kemitraan dengan pihak perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di kabupaten tersebut.
Arisman salah satu petani di Aceh Tenggara mengatakan, saat ini luas keun kelapa sawit di wilayahnya hanya 12 ribu hektar. Itu pun kebun yang sudah berproduksi diperkirakan baru 8.000 hektar.
"Di sini rata-rata perkebunan sawit rakyat. Belum ada HGU atau perusahaan yang membuka kebun," terangnya kepada elaeis.co, Senin (4/5).
Kata pria yang juga merupakan Ketua Apkasindo Aceh Tenggara, meski belum luas namun produksi kebun kelapa sawit di wilayahnya cukup besar. Bahkan kebun itu menjadi tempat bergantung ekonomi petani.
Sayangnya, harga yang ditawarkan belum sesuai yang diharapkan petani. Bahkan juga tidak sesuai dengan harga penetapan dinas perkebunan provinsi.
"Kita berharap ada PKS yang bermitra dengan petani. Sehingga harga petani lebih terjamin. Untuk itu kita butuh dukungan dari pemerintah agar menjadi penengah antara petani dan perusahaan," paparnya.
Tekan Arisman, sudah selayaknya PKS bekerjasama dengan petani untuk memenuhi kuota operasionalnya. Sehingga saling menguntungkan dan kelapa sawit berkelanjutan semakin nyata.
Petani Aceh Tenggara Berharap Ada Kemitraan Dengan Perusahaan Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini