Sulbar, elaeis.co - Sejak beberapa waktu lalu produksi kebun kelapa sawit di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengalami penurunan. Meski saat ini sudah cenderung stabil namun produksi belum juga mengalami kenaikan.
Ketua Apkasindo Sulawesi Barat (Sulbar), Andi Raja Muda mengatakan, anjloknya produksi tersebut lantaran Elnino yang melanda wilayahnya. Malah hingga penghujung tahun 2023 ini Elnino masih terjadi di Sulbar.
"Belum ada tanda-tanda akan terjadi kenaikan produksi. Kita juga tidak bisa prediksi kapan elnino selesai dan produksi meningkat," kata Andi kepada elaeis.co, Kamis (28/12).
Kata Andi petani tidak bisa berbuat banyak kecuali hanya merawat kebun kelapa sawitnya itu dengan benar. Meski memang petani juga terkendala biaya untuk melakukan perawatan lantaran produksi rendah tadi.
Jika dilihat dari harga, komoditi penyumbang devisa negara terbesar di Indonesia di Sulbar juga tergolong rendah, jika dibandingkan dengan provinsi sentra kelapa sawit lainnya. Berdasarkan penetapan Dinas Perkebunan Sulbar, harga periode ini hanya sebesar Rp2.200/kg.
"Sehubungan dengan tahun politik, tentu kita sebagai petani kelapa sawit berharap capres-cawapres yang nantinya terpilih, mampu mendorong kemajuan petani dari segala lini perkebunan khususnya petani kelapa sawit. Sementara untuk dukungan tentu petani akan mengarah kepada capres-cawapres yang dapat mempermudah kebutuhan petani sawit," tandasnya.
Produksi Kebun Sawit Sulbar Masih Stagnan
Diskusi pembaca untuk berita ini