Jakarta, elaeis.co - Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis yang menjadi andalan perekonomian nasional. Sebagai produsen minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pasar global sekaligus menjaga kesejahteraan jutaan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor ini.

Sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, upaya memperkuat kedaulatan ekonomi nasional perlu diwujudkan melalui kebijakan yang cerdas, rasional, dan tidak tebang pilih. 

Menurut Pengurus DPP Apkasindo, Dermawan Harry Oetomo hal ini juga tidak terkecuali di industri sawit. Industri inidinilai  harus mendapatkan perlindungan dan dukungan yang memadai agar tetap mampu bersaing di tengah berbagai tantangan global. "Bahkan juga  terhadap tekanan dari negara-negara pesaing yang berupaya menghambat perkembangan pasar sawit Indonesia," ujarnya kepada elaeis.co, Rabu (17/6).

Lanjutnya, sejatinya pemerintah juga tengah mencoba mengelola ekspor berbagai sumber daya alam, termasuk sawit, melalui satu pintu di bawah PT Daya Anagata Nusantara Investama (Danantara Indonesia) atau PT DSI. Dimana ditargetkan mulai aktif seluruhnya pada Januari 2027. 

Dermawan berharap, langkah ini mampu menekan praktik kebocoran nilai keuntungan yang selama ini diduga terjadi akibat under invoicing dan transfer pricing. Sehingga potensi penerimaan negara dapat dioptimalkan untuk kepentingan rakyat.

Di sisi lain, perhatian terhadap nasib petani sawit swadaya harus menjadi prioritas utama. Jumlah mereka mencapai belasan juta orang yang menggantungkan kehidupan keluarga pada hasil perkebunan sawit. 

"Karena itu, setiap regulasi dan kebijakan yang diterbitkan pemerintah hendaknya mempertimbangkan dampaknya terhadap kesejahteraan petani," terangnya.

Kehadiran sistem tata kelola yang lebih baik diharapkan mampu menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. Harga yang layak dan menguntungkan akan memberikan kepastian pendapatan bagi petani sawit swadaya serta menjadi jaminan keberlanjutan ekonomi keluarga mereka hingga generasi mendatang.

Para pelaku usaha dan petani juga berharap pemerintah dapat menghindari lahirnya regulasi yang terlalu rumit dan membebani sektor sawit. Kebijakan yang berkeadilan, berpihak kepada rakyat, dan mendukung produktivitas akan menjadi fondasi penting bagi kemajuan industri sawit nasional.

"Petani merupakan penggerak ekonomi yang tangguh dan salah satu pilar penting pembangunan Indonesia. Oleh karena itu, keberlangsungan usaha mereka harus dijaga demi memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas," pungkasnya.