Jakarta, elaeis.co – Kabar baik datang dari petani sawit Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Melalui Program Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan (Kesatria), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Harapan Mukti di Desa Gedung Rejo, Kecamatan Mesuji Raya, berhasil melakukan panen padi gogo di perkebunan sawit.

Panen padi gogo ini merupakan hasil dari inisiasi penanaman di kebun sawit peserta program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang dilakukan pada bulan Maret lalu. Ketua Gapoktan, Pujono, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Pertanian.

“Dengan adanya panen perdana ini, kami berharap bisa menjadi percontohan bagi kelompok tani lain agar mau menanam padi gogo di sela tanaman kelapa sawit,” katanya melalui rilis Ditjenbun Kementerian Pertanian dikutip Sabtu (29/6).

Baca juga: Berkat Kesatria, Petani Peserta PSR di Pandeglang Panen Ganda Kelapa Sawit dan Padi Gogo

Ia juga berharap pemerintah terus mendukung kegiatan ini, terutama untuk pengairan pada musim kemarau dan memberikan sosialisasi tentang cara pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Karsa, anggota gapoktan lainnya, mengungkapkan kepuasannya dengan hasil panen. Inovasi pupuk cair yang digunakannya berhasil meminimalisir masa tanam hingga panen. “Panen padi di sela tanaman kelapa sawit ini sangat menguntungkan bagi petani. Hasil panen ini sangat membantu perekonomian kami sehingga bisa mendapatkan penghasilan lebih selagi menunggu tanaman sawit menghasilkan,” ujarnya.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Dabuk Putih, Rusnaini, berharap hasil padi gogo ini bisa dipasarkan lebih luas, sehingga petani semakin bersemangat menanam padi gogo dan bisa mewujudkan swasembada pangan nasional.

Baca juga: Program Kesatria Diharapkan Jadi Solusi Defisit Beras di Riau

Camat Mesuji Raya, Edy Wimarhum, menyebutkan bahwa panen kali ini mencapai 10 ton padi dari lahan seluas 4 hektare. Melihat hasil yang memuaskan, Desa Gedung Rejo telah menyediakan perluasan lahan seluas 25 hektare untuk penanaman padi gogo, yang didukung dengan embung untuk pompanisasi dan pipanisasi serta sarana penampungan air.

Sekretaris Ditjen Perkebunan sebagai Perwakilan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto mengapresiasi kolaborasi dan peran aktif semua pihak yang terlibat dalam kesuksesan panen ini.

“Alhamdulillah berkat sinergi kita semua, panen melalui program Kesatria ini dapat berhasil tercapai dengan baik. Kementerian Pertanian mengapresiasi semua upaya dan kerja keras para petani, dinas provinsi maupun dinas kabupaten, pemerintah Desa Gedung Rejo, serta pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Baca juga: Sebelum Ada Kesatria, Padi Gogo Sudah Jadi Tanaman Sela di Lahan Replanting di Riau

Heru berharap panen ini dapat memotivasi kelompok tani lain untuk turut serta menanam padi gogo di lahan perkebunannya yang sedang di-replanting sehingga memperkuat kedaulatan pangan.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menambahkan bahwa program Kesatria ini adalah langkah strategis dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan ketersediaan pangan nasional.

“Penanaman padi gogo dapat dilakukan selama menunggu tanaman sawit menghasilkan atau masa peremajaan sawit, sekaligus dapat menambah penghasilan pekebun,” jelasnya.