Nusantara 

Soal Sawit Indonesia, Ketua PWI Minta Uni Eropa Bersikap Adil

Soal Sawit Indonesia, Ketua PWI Minta Uni Eropa Bersikap Adil

Jakarta, Elaeis.co - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mendesak Uni Eropa (UE) agar bersikap adil terhadap sawit milik Indonesia. Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, menegaskan pentingnya komoditas sawit bagi Indonesia yang 41% lahannya dikuasai petani.

Atal menambahkan, Indonesia setiap tahun rata-rata mendapatkan devisa sebesar USD 20 miliar dari komoditas sawit. Hal itu disampaikan Atal dalam sebuah konferensi Zoom antara Pengurus PWI Pusat dengan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincet Piket pada Senin (5/4).

"Kesejahteraan masyarakat Indonesia meningkat dengan adanya komoditas ini," kata Atal dikutip dari detikcom, Kamis (8/4).

Saat ini Indonesia sedang berseteru dengan Uni Eropa di WTO. Indonesia sudah melayangkan gugatan ke WTO terhadap tiga kebijakan Uni Eropa yang mendiskriminasi sawit yaitu RED II ILUC, Delegated Regulation (DR) dan French Fuel Tax.

"Kami tidak bisa melarang NGO (LSM-red) menyatakan pendapat mereka. We are free country," katanya.

Tapi dia menjamin bahwa pemerintah akan bersikap adil terhadap isu ini. Dia mengatakan Uni Eropa pun akan menerima hasil dari keputusan WTO.

"Apa pun hasilnya, kami akan menerima," tegasnya.

Di pihak lain, PWI Pusat dan EU sepakat untuk meningkatkan kerja sama peningkatan kompetensi wartawan di negara masing-masing. "Kami akan mencari partner yang tepat di negara-negara EU agar Kerjasama ini bisa segera terealisasi," ucap Piket.

Editor: sahril ramadana