Sementara, menurut Pengamat Ekonomi Bengkulu, Prof Kamaludin, angka persentase kemiskinan di Provinsi Bengkulu lebih tinggi di wilayah perkotaan daripada pedesaan.

Ini menunjukkan bahwa masalah kemiskinan di Bengkulu tidak hanya terbatas pada sektor pertanian, tetapi juga mencakup isu-isu perkotaan yang perlu diperhatikan.

"Saya pikir ini disebabkan ada masalah di perkotaan, kalau persentase miskin banyak di desa, mungkin bisa jadi kelapa sawit belum berkontribusi. Tapi di perkotaan, yang jadi masalah ketimpangan pendapatan," ujar Kamaludin.