Bengkulu, elaeis.co - Pengamat Pertanian Bengkulu, Prof Zainal Muktamar menyampaikan sejumlah faktor yang mempengaruhi rendahnya produktivitas tanaman sawit di Bengkulu. Kurangnya pendampingan bagi petani, pupuk yang tidak memadai, dan keterbatasan bibit unggul menjadi faktor rendahnya produksi sawit petani.

"Perlu upaya kolaboratif untuk mengatasi rendahnya produktivitas kelapa sawit di Bengkulu, yang rata-rata hanya 500 kilogram hingga 1 ton per hektar," kata Zainal dalam keterangannya kepada elaeis.co, kemarin.

Menurut Zainal dukungan teknis dan peningkatan akses terhadap bibit unggul serta pupuk menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas. Hal ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kalau pemerintah ingin mencapai ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani, mereka harus memberikan dukungan teknis dan peningkatan akses terhadap bibit unggul serta pupuk," ujar Zainal.

Untuk itu, kata Zainal, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang telah diterapkan. Perlu adanya penyesuaian dan inovasi kebijakan guna menjawab tantangan yang dihadapi petani sawit di Bengkulu.

"Hal itu diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan sektor perkebunan sawit," tuturnya.

Ketua APKS Bengkulu, Edy Mashury juga berharap agar pemerintah segera memberikan solusi konkret bagi rendahnya produktivitas tanaman sawit.

"Kami berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar petani dapat menerima pendampingan yang memadai dan pemenuhan kebutuhan dasar seperti pupuk dan bibit berkualitas," ucap Edy.

Peningkatan produktivitas sawit di Bengkulu tidak hanya melibatkan pemerintah dan petani, melainkan juga sektor swasta.

Perusahaan perkebunan sawit juga diharapkan ikut berperan aktif dalam mendukung petani dengan menyediakan teknologi modern, bimbingan teknis, dan pemenuhan kebutuhan pokok.

"Dengan adanya sinergi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta, diharapkan produktivitas sawit di Bengkulu mengalami peningkatan signifikan," pungkasnya.