Simpang Empat, elaeis.co - Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2025 tingkat Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat, dihadiri oleh Wakil Bupati Risnawanto. Dalam kesempatan tersebut, Pemda Pasbar memberikan penghargaan kepada 12 perusahaan yang berhasil menerapkan kebijakan zero accident (nihil kecelakaan kerja).

Sebanyak 12 perusahaan yang menerima penghargaan zero accident dalam peringatan Bulan K3 Nasional tingkat Pasbar tahun 2025 semuanya adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit. Masing-masing PT Andalas Agro Industri, PT Laras Internusa, PT Anam Koto, PT Sari Buah Sawit, PT Pasaman Marama Sejahtera, PT Agro Wiratama, PT Bakri Pasaman Plantations, PT Agro Wiraligatsa, PT Permata Hijau Pasaman, PT Primatama Muliajaya, PT Bintara Tani Nusantara, dan PT Rimbo Panjang Sumber Makmur.

Pada kesempatan itu, Risnawanto menegaskan bahwa pelaksanaan K3 serta penguatan kapasitas SDM K3 harus menjadi perhatian dan prioritas utama di dunia kerja. Pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan sebagai leading sector di bidang ketenagakerjaan, berkomitmen penuh dalam pembangunan kualitas SDM dan penerapan budaya K3 yang unggul.

"Berbagai upaya telah dilakukan, diantaranya penyusunan dan pembaruan prosedur di bidang K3, peningkatan pembinaan dan pengawasan K3, pemberian layanan di bidang K3, serta peningkatan peran serta masyarakat dan lembaga K3," jelasnya dalam keterangan tertulis Diskominfo Pasbar dikutip elaeis.co, Senin (24/2).

Selain itu, ia menyoroti munculnya berbagai risiko baru di dunia kerja akibat perubahan yang cepat dan dinamis. "Salah satu contohnya adalah perubahan iklim, yang berdampak pada keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui peningkatan suhu serta peristiwa cuaca ekstrem. Selain itu, perubahan tatanan dunia kerja di era teknologi digital juga membawa berbagai risiko keselamatan dan kesehatan yang perlu diantisipasi secara serius," katanya.

Jika risiko-risiko tersebut tidak dimitigasi dengan baik, lanjutnya, dampaknya bisa sangat signifikan, seperti meningkatnya biaya kesehatan, penurunan kualitas hidup tenaga kerja, serta kerugian produksi. "Oleh karena itu, upaya mitigasi dan adaptasi terhadap berbagai risiko ini harus menjadi perhatian utama kita bersama," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tujuan K3 dalam menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan sehat guna mencapai zero accident serta meningkatkan produktivitas nasional harus segera diwujudkan. "Jika kolaborasi dan sinergi antara pemda dan perusahaan berjalan dengan baik, maka hal ini akan lebih mudah dicapai," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Pasbar, Azhar, menyampaikan bahwa risiko kecelakaan kerja mulai menurun seiring dengan meningkatnya kesadaran dan penerapan K3 di perusahaan. "Karena itu, kami memberikan apresiasi kepada perusahaan yang berhasil menerapkan K3 dengan baik di lingkungan kerja masing-masing," ujarnya.