Pekanbaru, elaeis.co - Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulfadli menyadari bahwa banyak kendala dihadapi untuk dapat melaksanakan pembangunan dan pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Hal ini diungkapkannya saat menghadiri pelatihan 58 petani kelapa sawit Provinsi Riau yang digelar mulai 23-27 Agustus 2022 di Hotel Grand Zuri Pekanbaru.

Pelatihan itu ditaja oleh BPDPKS dengan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, dan UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

Menurut Zulfadli, pelatihan itu juga bagian dari mendukung upaya pemerintah dalam menjaga peran perkebunan kelapa sawit secara berkesinambungan.

"Konsep-konsep pembangunan untuk mengatasi berbagai permasalahan seperti rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan petani, secara bertahap terus diupayakan. Solusinya, antara lain dengan memberikan pelatihan teknis maupun non teknis kepada para petani," kata Zulfadli, kemarin.

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkebunan kelapa sawit merupakan penggerak utama atau pilar utama ekonomi Riau, karena sebarannya yang sangat luas dan melibatkan 823.026 KK petani (data tahun 2019).

Jika diasumsikan 1 KK terdiri dari 4 orang, maka sekitar 3,37 juta orang menggantungkan hidupnya dari sektor perkebunan, atau sekitar 52,7% dari jumlah penduduk di Provinsi Riau yang sebanyak 6,8 juta orang.

Diungkapkan Zulfadli, melihat luasnya kawasan perkebunan rakyat di Provinsi Riau, maka pemerintah memiliki tugas untuk dapat meningkatkan kesejahteraan bagi para petani. Sehingga tujuan akhirnya yaitu mampu mewujudkan kesejahteraan petani dan terus meningkat dari waktu ke waktu.

"Saya yakin kegiatan pelatihan itu akan memberi manfaat dalam meningkatkan sistem tata kelola administrasi dan keuangan pada kelembagaan pekebun yang berkesempatan mengikuti pelatihan tersebut," kata dia.