Jakarta, elaeis.co - Tampaknya alarm peringatan sedang berbunyi terkait hasil tender harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).

Hasil tender kali ini, bila tidak dipelototi lebih dalam, justru berpotensi membuat kening kita berkerut lebih dalam.

Sepintas bila melihat angka yang disajikan terkesan ada kenaikan harga CPO yang sangat tinggi bila dibandingkan hasil tender periode sehati sebelumnya.

Tetapi ternyata angka yang tinggi itu diimbuhi dengan penanda WD alias withdraw. Artinya, tidak ada closing terhadap angka yang tinggi tersebut.

Status withdraw ini terlihat tidak saja di dua pelabuhan utama, yaitu Belawan dan Dumai, melainkan juga di Pelabuhan Talang Duku, Provinsi Jambi.

Satu-satunya yang closing adalah dari Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang notabene sangat jarang terlihat dalam tender harga CPO di PT KPBN.

Tetapi, meskipun harga CPO di Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Dumai berakhir dengan WD, tetap terlihat ada kenaikan yang tipis sebesar Rp 30 per kilogram (Kg).

Tentu saja kenaikan tersebut dibandingkan antara harga penawaran tertinggi yang muncul dari hasil tender hati Kamis ini dengan hasil tender KPBN sehari sebelumnya.

Semoga saja hasil tender kali ini tetap membuat harga pembelian tandan buah segar (TBS) produksi petani sawit mengalami kenaikan.

Baik saat ditransaksikan di tingkat pebgepul, toke, loading Ram, maupun saat diperdagangkan di tingkat pabrik minyak kelapa sawit (PMKS).

Berikut ini hasil tender harga CPO per Kg di luar atau exclude PPN di PT KPBN periode Rabu (20/3/2024) :

Belawan : Rp 13.305 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 13.275 - PPI (sebelumnya Rp 13.250 - PHPO,  naik Rp 30 dibanding harga penawaran)

Dumai : Rp 13.305 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 13.280 - PII (sebelumnya Rp 13.250 - SJIO, naik Rp 30) 

Talang Duku : Rp 13.155 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 13.080 - PII

Kalbar (fob) : Rp 12.955 - EUP