Pekanbaru, elaeis.co - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLK) Provinsi Riau mengumpulkan seluruh jajaran mulai dari UPT Kesatuan Pengelola Hutan (KPH), penanggung jawab usaha Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), dan lainnya.
Ini dilakukan untuk membahas langkah dini dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.
Langkah cepat ini dilakukan mengingat Riau akan menghadapi musim kemarau lebih cepat di tahun 2023. Dan diprediksi kemarau akan terjadi cukup panjang di awal tahun 2023 ini, sehingga berpotensi terjadi Karhutla.
"Kita sudah minta kesiapsiagaan UPT KPH, dan perusahaan PBPH atas kepatuhan penyampaian laporan kesiapsiagaan SDM Regu Brigade Karhutla, serta sarana prasarana yang dimiliki. Sehingga elnino yang diprediksi akan terjadi tidak menimbulkan bencana Karhutla di Provinsi Riau," kata Fuad, Kamis (2/2).
Fuad mengatakan, dari pertemuan itu, seluruh UPT KPH dan perusahaan PBPH berkomitmen dan siap untuk melakukan upaya pencegahan Karhutla 2023 melalui pemenuhan kewajiban sarana prasana, serta SDM sesuai kewajiban dalam regulasi yang berlaku.
"Kita juga minta mereka meningkatkan sosialisasi dan patroli di tingkat tapak, serta pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan dan apresisasi kepada masyarakat," sebut Fuad.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar seluruh masyarakat peduli dan ikut berperan aktif terhadap upaya pencegahan Karhutla tahun 2023 di Riau.
"Sebab elnino diprediksi akan terjadi di Indonesia pada tahun 2023, termasuk Riau. Sehingga perlu diantisipasi dampaknya terhadap berbagai sektor, termasuk sektor kehutanan di Provinsi Riau," tandasnya.
Antipasi Karhutla di Kemarau Panjang 2023, DLK Riau Minta Kesiapsiagaan Sejumlah Pihak
Diskusi pembaca untuk berita ini