Bengkulu, elaeis.co - Iskandar Maun, salah seorang petani sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah, Immengakui bahwa harga beras di pasar sangat tinggi dan tidak terjangkau bagi sebagian besar petani. Dimana rata-rata per kilogram sudah di atas Rp 16 ribu per kilogram.

Dengan adanya kebijakan harga yang lebih bersahabat dari Perum Bulog, para petani sawit memiliki alternatif yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan beras mereka.

"Kami menyambut baik saran dari Pimpinan Perum Bulog Bengkulu. Selain dapat menghemat pengeluaran, kami juga ikut membantu petani-petani lokal kita," kata Iskandar, kemarin.

Sebelumnya, Pimpinan Perum Bulog Bengkulu, Bakhtiar, meminta agar para petani sawit di wilayah itu membeli beras langsung di Bulog. Sebab, selain harga terjangkau yang hanya Rp 55 ribu per 5 kilogram, ajakan itu juga bagian dari mendukung petani lokal.

Bakhtiar menjelaskan bahwa membeli beras di Bulog merupakan keputusan yang bijak bagi petani sawit. Menurutnya, dengan membeli beras langsung dari Bulog, petani sawit dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Selain itu, para petani juga turut memberikan dukungan kepada petani padi lokal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.

"Kami menawarkan beras dengan harga Rp 55 ribu per 5 kilogram, yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar saat ini. Selain itu, dengan membeli beras di Bulog, para petani sawit juga turut membantu petani lokal untuk meningkatkan hasil panen mereka," ungkap Bakhtiar.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi juga memberikan apresiasi terhadap saran yang diberikan oleh Pimpinan Perum Bulog Bengkulu. 

Mereka berharap dengan adanya kolaborasi antara petani sawit dan Bulog, dapat tercipta sinergi yang positif dalam mendukung pertanian di wilayah ini.

"Kami berharap petani sawit dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, sehingga mampu memberikan keuntungan bagi semua pihak," ungkap Rosmala.

Dengan adanya saran yang disampaikan oleh Pimpinan Perum Bulog Bengkulu, diharapkan para petani sawit di Bengkulu dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

Dukungan terhadap petani lokal serta keberlanjutan pertanian di daerah ini diharapkan akan semakin meningkat, membawa dampak positif bagi kesejahteraan petani dan masyarakat secara keseluruhan.