Sanggau, elaeis.co - Hingga kini alokasi bantuan dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) masih terus dikeluhkan sebagian para petani kelapa sawit. Dana tersebut dinilai tidak mencukupi lantaran harga kebutuhan untuk PSR sendiri juga tinggi.

Dari hitungan petani, idealnya dana PSR itu menyentuh angka Rp60 juta/hektar.

"Sebenarnya kalau dimaksimalkan bisa mencukupi dana Rp30 juta itu. Asalkan transparan. Ini memang terus menjadi pembahasan sampai saat ini," kata Ketua DPD APKASINDO Sanggau, Kalbar, Mahatir Muhammad. 

Kalau di wilayahnya, kata dia, yang menjadi faktor dana itu tidak mencukupi adalah letak lokasi kebun milik masyarakat. Seperti infrastruktur yang kurang memadai sehingga angkutan operasional tinggi.

"Usulan dari petani tentu tidak salah, jika semua kebutuhan, khususnya PSR meningkat tentu akan meminta dana alokasi ditingkatkan," katanya.

Menurutnya, di Sanggau dana alokasi PSR itu idealnya minimal Rp40 juta/hektar. Ini tentu juga harus didukung sarpras yang maksimal.

"Yang utama itu tranpotasi, jalan, penyebrangan dan sebagainya. Kemudian juga lanjut pada penyelesaian ISPO serta turunannya," tuturnya.