Jakarta, elaeis.co - PT Rekayasa Industri (Rekind) sedang membangun pabrik percontohan (pilot project) dengan teknologi modern yang mampu mengubah limbah sawit menjadi senyawa 'ajaib'.

Limbah itu biasa dikenal dengan tankos alias tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Sedang senyawa yang dihasilkan adalah glukosa, xylitol, dan lignin (GXL).

"Ini pertama kalinya di Indonesia. Belum ada pelaku industri di tanah air yang bisa melahirkan tiga senyawa sekaligus dengan turunannya bisa menghasilkan produk bernilai jual tinggi. Jelas ini sangat membanggakan. Kami selaku 'Perusahaan Merah Putih' akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memberikan sumbangsih yang terbaik yang inovatif bagi bangsa dan negara," kata Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih dalam keterangan tertulis, Kamis (13/7).

Ketiga senyawa tersebut mampu melahirkan produk bernilai jual tinggi. Untuk glukosa, produk turunannya adalah Butandiol, zat yang biasa dipergunakan dalam produk kosmetika. Juga bahan bakar alternatif bioetanol, energi terbarukan yang ramah lingkungan untuk kendaraan bermotor.

Sedangkan untuk xylitol produk turunannya bisa diarahkan untuk pengembangan pabrik xylitol (pemanis alami yang bermanfaat bagi kesehatan, misalnya kesehatan tulang dan gigi) dan untuk Lignin nantinya akan jadi BTX Plant (BTX ialah Benzene, Toluene, dan Xylene yang merupakan bahan baku utama industri, misalnya pada industri serat sintetik dan pelembut).

Rekind menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB), Balai Besar Industri Agro (BBIA), Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dalam proyek ini.

Saat ini persiapan pabrik percontohan tersebut sudah sampai pada tahapan instalasi beberapa peralatan utama. Lokasinya berada di Cikaret, Bogor, Jawa Barat. Konsentrasinya menyiapkan pabrik yang bisa memaksimalkan kehadiran tiga senyawa tadi, melalui proses fraksionasi (teknik pemisahan dan pengelompokan kandungan kimia ekstrak) baik secara kimiawi, fisika maupun biologi.

Upaya ini merupakan pertama kalinya di Indonesia, karena sebelumnya belum ada pelaku industri di tanah air yang mampu melahirkan tiga senyawa tersebut sekaligus melalui proses fraksionasi tadi.

Pabrik yang disiapkan untuk melakukan proses ini digadang-gadang ramah lingkungan. Bahkan limbah hasil pengolahannya bisa dijadikan pupuk sehingga tidak ada yang tersisa. Padahal, sebelumnya oleh pelaku industri, limbah kelapa sawit hanya digunakan untuk proses pembakaran guna menunjang kerja boiler.

Penelitian terkait limbah kelapa sawit ini awalnya dirintis oleh Rekind bersama ITB sejak tahun 2013 pada skala laboratorium dan rampung pada 2017. Kemudian di tahun 2019-2021, Rekind dan ITB melakukan Bench Scale Research dengan fokus pada Optimasi Desain Reaktor Skala Bench, uji coba fraksionasi (proses pemisahan) dan kelayakan tekno ekonominya. Dan sekarang untuk bisa merealisasikan hasil riset tersebut secara konkret, Rekind dan ITB digandeng BBIA untuk pengembangan teknologi skala pilot dengan pendanaan dari BPDPKS.

"Sinergi yang kami lakukan melalui pembangunan pilot project ini semata - mata sebagai gambaran dari semangat kami dalam menghadapi perubahan industri global sekaligus sebagai jawaban atas tinggginya daya saing industri nasional dewasa ini," pungkas Triyani.