Jakarta, Elaeis.co - Minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) diperoleh dari tandan buah segar (TBS) sawit yang diolah melalui sejumlah tahapan. Proses produksi CPO menghasilkan banyak limbah, namun tak ada yang terbuang sia-sia.
Proses pengolahan TBS dimulai dari penimbangan dan penyortiran. TBS kemudian diangkut menggunakan kereta angkut atau lori menuju ke tempat perebusan buah kelapa sawit.
"Perebusan memerlukan waktu sekitar 30 menit. Tujuannya untuk sterilisasi dari enzim dan kuman yang melekat di TBS,” kata Manajer pabrik PT Citra Putra Kebun Asri (CPKA), Achmad Nashor, dikutip Banjarmasinpost.co.id.
Selanjutnya sawit dimasukkan ke mesin untuk dilakukan perontokan buah. "Ada aliran untuk tempat membuang limbah janjang kosong. Nah, janjang kosong ini kemudian dipisah untuk dijadikan pupuk alami. Ke depan janjang kosong akan diolah untuk dibuat kertas," bebernya.
Buah sawit yang sudah rontok kemudian dinaikkan ke mesin pemerasan daging buah. "Setelah diperas, lalu ada tiga tahap. Yakni penyaringan minyak kasar, pemisahan minyak dengan air, dan kemudian dilakukan pemurnian minyak. Lalu hasilnya jadi CPO," urainya.
Biji sawit yang terpisah dari daging buah juga diolah di mesin lain. Hasilnya adalah minyak inti atau palm kernel oil (PKO).
Manager kebun PT CPKA Jorong Factory, Eko Priyanto, menambahkan, sisa pengolahan sawit atau limbah tidak ada yang terbuang.
"Semua limbah dimanfaatkan. Limbah padatan daging sawit jadi pupuk. Limbah cair dialirkan ke kebun dengan standar tertentu untuk pengembangan lingkungan," katanya.
Di PKS, tak Ada Bagian TBS yang tak Berguna
Diskusi pembaca untuk berita ini