Pekanbaru, elaeis.co - Saat ini banyak informasi mengenai perusahaan yang mengajak masyarakat untuk bergabung membangun perkebunan sawit dengan pola Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA).
Seperti yang terjadi di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, di mana terdapat sebuah perusahaan yang menawarkan program tersebut.
Seri, salah seorang petani dari Kabupaten Rokan Hulu, yang mengetahui informasi tersebut mengaku tertarik. Akan tetapi dia masih ragu dengan legalitas lahan yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut.
"Saya dapat informasi itu dari teman. Dia sudah ambil 2 kapling (4 hektar) dan bergabung di situ. Katanya masih buka lagi, modalnya murah, DP-nya cuma Rp6 juta," kata Deri kepada elaeis.co, Sabtu (4/2).
Dia mengaku tertarik dengan program yang ditawarkan itu. Akan tetapi dia ragu karena lahan yang ditawarkan itu berada di sekitar hutan, yakni di Kecamatan Kampar Kiri Hulu.
"Saya ragunya di situ. Di sana dekat dengan hutan. Takutnya masuk di kawasan hutan. Apalagi itu kayaknya lahan baru buka. Sementara sekarang katanya gak boleh lagi buka lahan baru. Makanya rencana minggu depan mau ke kantornya langsung buat pastikan semuanya," lanjut Deri.
Dari informasi yang dihimpun elaeis.co, untuk bergabung dengan KKPA itu, hanya dibutuhkan modal awal sebanyak Rp26 juta. Yang mana Rp6 juta dibayarkan di awal bergabung, kemudian Rp20 juta lagi dilunasi selama 1 tahun.
Selanjutnya, setelah tanaman berbuah dan produksi, 30 persen hasil produksinya akan dibayarkan ke perusahaan untuk melunasi lahan tersebut ke perusahaan dan 70 persen hasilnya diserahkan ke petani.
Diajak Perusahaan Bangun Kebun Plasma Modal Awal Rp6 Juta, Ini Kata Masyarakat
Diskusi pembaca untuk berita ini