Bengkulu, elaeis.co - Meski sudah turun, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Bengkulu, John Irwansyah Siregar, menilai harga minyak goreng (migor) kemasan saat ini masih lebih mahal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sebelum Juni 2021 harga migor kemasan selalu stagnan di harga Rp 14.500 hingga Rp 15.500/liter. Namun sejak itu mengalami kenaikan dan puncaknya terjadi pada Desember 2021 di mana harga migor kemasan sederhana telah mencapai Rp 20.000/liter. Dan pada Maret 2022 harga migor telah melonjak di atas Rp 25.000/liter.
"Meski sekarang telah menurun, tapi penurunannya belum signifikan, idealnya harga migor kemasan itu maksimal Rp 15.500/liter," kata John.
Dia mengaku bingung karena belakangan ini terjadi penurunan harga CPO namun harga migor tidak terpengaruh.
"Harusnya itu membuat harga migor kemasan ikut mengalami penurunan. Namun sekarang masih bertahan di Rp 20.000/liter," katanya.
"Saya tidak bicara migor curah, tapi migor kemasan. Harganya harusnya turun, ini masih saja tinggi," tutupnya.
Harga CPO Turun, Kok Migor Tetap Mahal
Diskusi pembaca untuk berita ini