Bengkulu, elaeis.co - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Provinsi Bengkulu mulai merangkak naik. Untuk dua minggu ke depan harga sawit di bandrol Rp 1.765/kg.
Meski harga mulai naik, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bengkulu mengingatkan petani kelapa sawit di daerah itu untuk tidak boros dalam menggunakan uang.
"Jangan biasakan budaya hidup boros. Biasakanlah hidup sederhana. Karena harga TBS bisa berubah sewaktu-waktu, tidak dapat diprediksi. Kenaikan harga saat ini jadi kesempatan untuk menabung," kata Ketua HKTI Bengkulu, Bando Amin kepada elaeis.co, kemarin.
Yang disampaikan Bando ini bukan tanpa alasan. Sebab kebanyakan petani sawit boros jika harga lagi tinggi dan mengeluh ketika harga anjlok.
"Seharusnya petani menabung saat harga tinggi. Sehingga ketika harga TBS anjlok, tak pusing. Ini enggak, pas harga sawit naik, foya-foya, beli ini itu yang tidak penting. Nah, ketika harga anjlok, gigit jari. Sebab tak ada uang tabungan," ujarnya.
Oleh karena itu, Bando mengingatkan petani agar menabung setidaknya 30 persen dari hasil penjualan TBS. Tabungan tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang mendesak.
"Tabung lah hasil penjualan TBS minimal 30 persen. Kalau harga sawit nanti anjlok, ada simpanan. Jadi tak pusing," tuturnya.
Harga TBS Mulai Berkibar, HKTI Ingatkan Petani Sawit Bengkulu Agar Tidak Boros
Diskusi pembaca untuk berita ini