Jambi, elaeis.co - Kesempatan menyampaikan pandangan umum fraksinya terhadap Ranperda Perubahan APBD Provinsi Jambi 2022 dimanfaatkan
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jambi, Ahmad Fauzi Ansori, untuk menyoroti potensi perkebunan kepala sawit dan karet.
Di rapat paripurna DPRD Jambi itu, Fauzi mewakili fraksinya memberikan catatan terkait penyampaian nota pengantar keuangan RP-APBD tahun 2022 dan meminta tanggapan pihak eksekutif terhadap beberapa hal, salah satunya persoalan hilirisasi produk perkebunan di Provinsi Jambi.
"Terkait besarnya potensi perkebunan Provinsi Jambi, Fraksi Partai Demokrat meminta penjelasan kepada eksekutif khususnya OPD terkait secara serius. Apa yang menjadi hambatan sehingga program hilirisasi produk perkebunan Provinsi Jambi, baik kelapa sawit maupun karet, sangat sulit untuk direalisasikan?" katanya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, luas kebun sawit di daerah itu mencapai 1.134.000 hektare. Hampir 60 persen dari total luasan kebun sawit tersebut diusahakan oleh perusahaan.
Di Jambi tercatat terdapat 70 pabrik kelapa sawit (PKS) yang tersebar di sejumlah kabupaten. Namun hingga saat ini produk yang dihasilkan baru berupa minyak sawit mentah atau CPO.
Itulah yang menyebabkan Fraksi Demokrat DPRD Jambi meminta ada penjelasan dari pihak eksekutif agar program hilirisasi produk hasil perkebunan tidak terus menerus hanya wacana.
"Apakah terdapat kendala SDM atau ada kendala lainnya, mohon penjelasan," ujarnya.
Hilirisasi Produk Perkebunan di Daerah ini Jadi Sorotan
Diskusi pembaca untuk berita ini