Bengkulu, elaeis.co - Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bengkulu, Bando Amin, menyebutkan bahwa produktivitas tanaman kelapa sawit di Bengkulu terancam. Sebab, saat ini masih banyak petani yang kesulitan mendapatkan pupuk kimia dengan harga terjangkau.

"Harga pupuk kimia masih cukup mahal di Bengkulu, tidak semua petani sanggup membelinya," kata Bando, kemarin.

Menurut Bando, saat ini kebanyakan petani jarang memupuk kebunnya. Sejak 6 bulan terakhir, banyak petani kelapa sawit di Bengkulu memupuk secara asal-asalan. Akibatnya tentu saja mempengaruhi produktivitas tanaman.

Walaupun pemerintah telah menganjurkan petani untuk memupuk kelapa sawit menggunakan pupuk organik, nyatanya hasil yang diperoleh petani juga tidak begitu banyak.

"Bukan meragukan pupuk organik, tapi memang hasilnya belum seberapa," tuturnya.

Oleh sebab itu, Ia meminta, kepada pemerintah agar memberikan kemudahan kepada petani kelapa sawit untuk mendapatkan pupuk kimia. Tanpa hal tersebut, maka ancaman penurunan produktivitas kelapa sawit akan semakin nyata.

"Kita berharap ada bantuan pupuk untuk petani kelapa sawit, minimal disubsidi setengahnya biar petani lebih mudah membeli pupuk," tutupnya.