Kaltim, elaeis.co - Saat ini hampir di seluruh wilayah sentra perkebunan kelapa sawit mengalami penurunan produksi, antara lain seperti di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Masa ini bagi petani kelapa sawit lebih akrab disebut musim trek.

Di Kaltim sendiri kata, Sekretaris DPW APKASINDO Kaltim, Daru Widiyatmoko, penurunan produksi sudah terjadi sejak beberapa bulan belakangan ini. Ini juga seiring dengan masuknya musim kemarau.

"Kondisi ini biasanya terjadi 2-3 bulan. Jamuan bisa juga sampai 4 bukan jika cuaca panas dan kering," ujarnya kepada elaeis.co, Senin (27/2).

Kendati produksi menurun, harga tandan buah segar (TBS) petani swadaya justru mengalami kenaikan. Bahkan kini harganya dibandrol lebih tinggi ketimbang harga penetapan dinas perkebunan.

Kini harga TBS swadaya berkisar Rp2.700/kg. Sedangkan harga penetapan hanya Rp2.346,89/kg.

Ini kata Daru, dampak dari persaingan harga antara PKS. Dimana di Kaltim banyak beroperasi PKS tanpa kebun. Sementara PKS tersebut membutuhkan bahan baku untuk beroperasi. 

"Bersyukurnya PKS itu mau bermitra dengan petani swadaya," bebernya.

Kondisi ini, menurut Daru, akan bergantung pada pasar dan harga CPO. Sebab petani swadaya khususnya tidak bisa berbuat banyak. Petani hanya ikut penetapan PKS.