Sumsel, elaeis.co - Pada 17 Maret 2023 mendatang, pemerintah melalui Direktorat Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian berencana akan meluncurkan Bank Benih Perkebunan (BaBe-Bun). Ini adalah aplikasi yang diharapkan menjadi wadah bagi pelaku usaha dan pekebun kelapa sawit untuk memperoleh informasi mengenai benih kelapa sawit.
Bahkan melalui aplikasi ini petani juga dapat informasi bagaimana cara mendapatkan benih unggul dengan mudah dan cepat. Aplikasi ini nantinya akan dilaunchingkan langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Makasar.
Sekretaris APKASINDO Sumsel, M Yunus mengaku mendukung terobosan terbaru pemerintah ini. Namun menurutnya yang terpenting adalah bagaimana caranya agar benih bersertifikat atau unggul hanya dijajakan oleh para penangkar resmi.
"Harusnya memang penyuplai bibir kelapa sawit itu hanya dilakukan oleh para penangkar resmi ke seluruh petani," katanya, Senin (13/3).
Dengan begitu kata dia, hanya ada penangkar resmi tidak ada penangkar ilegal. "Penangkar ilegal yang lain sikat dan ratakan," harapnya.
Untuk itu tambah Yunus, semua stakeholder harus kompak terutama APH.
Penertiban penangkar tadi seharusnya menjadi langkah pertama. Malah katanya saat ini banyak penangkar yang terang-terangan memperjual belikan benih diduga palsu.
"Jika penangkar tidak berizin dan benih yang ditanam tidak memiliki sertifikat bisa dipastikan itu palsu. Dan memang harus dimusnahkan saja," imbuhnya.
Untuk meminimalisir beredarnya bibit palsu itu, pemerintah perlu membuat pasal-pasal yang bisa menjerat para penangkar nakal tadi. Hal tersebut bertujuan agar membuat efek jera.
"Ini langkah yang lebih efisien. Sebab masih banyak sekali beredar bibit palsu," tandasnya. mendukung terobosan terbaru pemerintah ini
Penangkar Benih Ilegal Sikat, Ratakan
Diskusi pembaca untuk berita ini