Aceh, elaeis.co - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi momok bagi para petani di musim kemarau. Terutama petani kelapa sawit, terlebih yang berada dalam kawasan lahan gambut.
Ketua APKASINDO Aceh Timur, Ibrahim Mar, kepada elaeis.co mengatakan petani kelapa sawit memang harus lebih ekstra menjaga kebun, khususnya saat musim kemarau. Apalagi kebun kelapa sawit yang berlahan gambut.
"Jika kering gambut akan sangat mudah terbakar. Sementara untuk memadamkannya sangat sulit," bebernya.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan petani yakni membuat embung atau kanal-kanal penyimpan air. Hal ini bertujuan untuk menjaga lahan gambut tetap basah.
"Embung sangat perlu, disamping untuk menjaga lahan tetap basah, ini juga dapat dimanfaatkan petani untuk keperluan lainnya. Misalnya untuk minum ternak yang ada di kebun tersebut," paparnya.
Kata Ibrahim, cara ini akan lebih mudah dan maksimal jika dilakukan secara berkelompok. Sebab akan lebih ringan baik itu saat melakukan pengontrolan, pemeliharaan dan pembuatannya.
"Kita berharap dengan pencegahan- pencegahan yang dilakukan oleh petani, tidak ada lagi musibah kebakaran lahan di perkebunan kelapa sawit," bebernya.
Untuk diketahui, di Provinsi Aceh tepatnya di Kabupaten Nagan Raya beberapa waktu lalu sempat terjadi karhutla tersebut. Yakni di lahan PT Gelora Sawita Makmur (GSM) di Desa Sumber Bakti, Kecamatan Darul Makmur. Lahan kebun kelapa sawit tersebut menjadi langganan terjadi karhutla tiap tahun lantaran ditelantarkan oleh perusahaan tersebut.
Belakangan ini karhutla yang terjadi di lahan itu sudah mencapai 11 hektar. Dimana 8 hektar sudah berhasil dipadamkan.
Pentingnya Embung dalam Kebun Kelapa Sawit di Lahan Gambut
Diskusi pembaca untuk berita ini