Berau, elaeis.co - Petani kelapa sawit Di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), berharap ada perhatian khusus dari pemerintah. Terutama dalam menyelesaikan sejumlah masalah di sektor kelapa sawit.
Belakangan ini, sejumlah masalah tersebut justru menjadi penghambat lajunya industri kelapa sawit di kabupaten tersebut. Misalnya masalah status lahan hingga konflik tumpang tindih antara masyarakat dan perusahaan.
Tak sampai disitu, selisih harga antara hasil kebun plasma dan swadaya atau petani mandiri juga cukup timpang. Malah ada juga dugaan permainan timbangan di pabrik kelapa sawit.
Ketua Apkasindo Berau, Yusuf mengatakan pihaknya terus mendukung berbagai langkah yang diusulkan berbagai pihak demi kesejahteraan petani kelapa sawit, terutama petani mandiri atau swadaya. Seperti yang tengah digaungkan oleh Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah untuk petani kelapa sawit. Dimana belum adanya kepastian legalitas lahan yang kemudian membuat sebagian petani kesulitan mendapatkan perlindungan hukum maupun akses pengembangan usaha perkebunan secara mandiri. Situasi itu juga disebut berpotensi memicu konflik berkepanjangan di sejumlah wilayah perkebunan di Berau.
"Kita sangat mendukung," ujarnya kepada elaeis.co, Senin (11/5)
Yusuf tak menampik bahwa sampai saat ini petani swadaya terus dirugikan dengan beberapa permasalahan yang ada. Misalnya saja dugaan permainan timbangan tadi.
"Harga hasil kebun kita masih tergolong rendah. Untuk petani mandiri hanya Rp2.900/kg. Sementara untuk harga plasma Rp3.500/kg," jelasnya.
Yusuf berharap harga akan tumbuh lebih baik seiring dengan kebijakan pemerintah yang menutup Impor BBM jenis solar. Sementara program Biosolar menjadi program andalan untuk meningkatkan harga produk turunan kelapa sawit.
"Kita nantikan gebrakan harga dari realisasi program tersebut. Jika program itu jalan besar kemungkinan penggunaan CPO dalam negeri meningkat sehingga mendongkrak harga TBS. Mudah-mudahan harga sawit bisa sentuh Rp5.000/kg," harapnya.
Petani Berau Butuh Perhatian Serius
Diskusi pembaca untuk berita ini