Makassar, elaeis.co - Petani kelapa sawit di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) merasa terus ditekan oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS), terutama mengenai harga beli Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik mereka. Sampai saat ini PKS dinilai semena- mena menentukan harga secara sepihak.
"Kita saat ini merasa dijajah oleh PKS yang ada. Sebab mereka menentukan sendiri harga TBS, bahkan mereka kompak tidak mengikuti harga penetapan pemerintah," ujar Taslim salah satu petani di Sulsel kepada elaeis.co, Senin (5/5).
Dicontohkannya, harga kelapa sawit usia 4 tahun menurut penetapan disbun mencapai Rp2.820/kg. Namun di PKS hanya dihargai sebesar Rp2.430/kg. Ini belum lagi ditambah potongan yang mencapai 4%.
"Padahal harga provinsi tetangga Sulteng lebih tinggi, yakni sampai Rp2.920/kg," cetus Taslim.
Taslim paham, harga penetapan hanya berlaku untuk petani mitra atau plasma, namun hampir seluruh PKS yang beroperasi di Sulsel tidak memiliki kebun inti, begitu juga dengan petani yang bermitra.
"Yang punyak kebun inti atau plasma hanya PTPN, selebihnya tidak ada," imbuhnya.
"Kita sudah sering komunikasikan ini sampai ke Pemprov Sulsel, tapi sampai saat ini tidak ada perubahan. Kita juga sudah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD tapi masih sama saja," imbuhnya.
Pihaknya menilai Pemprov Sulsel sampai pemkab juga tidak peduli dan terkesan menutup mata dengan kondisi ini.
"Kita juga sudah sering tanyakan mengenai harga ini, jawaban PKS hanya terkait rendemen rendah yakni 15-17%. Ini tidak masuk akal bagi kami petani," tuturnya.
Taslim berharap pemerintah, asosiasi peka terhadap jeritan petani ini. Sehingga membantu menyelesaikan Maslah yang ada. "Ya minimal memperjuangkan petani bermitra dengan PKS. Sebab sampai saat ini belum ada satupun PKS bermitra dengan petani," pungkasnya.
Petani Dijajah PKS, Pemprov Sulsel Dinilai Tutup Mata
Diskusi pembaca untuk berita ini