Bengkulu, elaeis.co - Menjelang perayaan Nataru tahun 2024, petani sawit di Bengkulu diharapkan segera melakukan panen. Hal ini disebabkan oleh rencana beberapa perusahaan kelapa sawit di Bengkulu yang akan segera menghentikan operasional mereka. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M Rizon, menyampaikan urgensi ini, menekankan bahwa petani sawit diharapkan segera memanen hasil kebun mereka. 

Sebab beberapa pabrik sawit di Bengkulu telah menetapkan tanggal 23 Desember 2023 sebagai batas akhir operasional mereka sebelum mengambil cuti libur. 

"Kami mendesak para petani sawit untuk mempercepat proses panen guna memastikan hasil panen mereka dapat segera diolah sebelum pabrik-pabrik tersebut berhenti beroperasi," kata Rizon, Selasa (19/12).

Selain itu, Rizon menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan penuh kepada petani sawit, termasuk dalam hal penyediaan fasilitas dan bantuan teknis. 

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa para petani dapat mengatasi tantangan dengan baik dan mengoptimalkan potensi hasil panen mereka.

"Kami akan memberikan dukungan, kami harapkan bisa mengoptimalkan potensi hasil panen," pungkasnya.

Petani Sawit di Bengkulu Tengah, Iskandar Maun menyatakan, akan mempercepat panen sawit sebelum perusahaan kelapa sawit libur.

"Kami merasa tertantang untuk mempercepat panen karena ini berkaitan langsung dengan kesinambungan usaha kami. Keterlambatan dalam panen dapat berdampak pada penghasilan dan kesejahteraan keluarga kami," ujar Iskandar.

Selain itu, Ketua Aliansi Petani Sawit Bengkulu, Edy Mashury juga turut memberikan dukungan kepada para petani.

Meski begitu, petani sawit tetap harus memanen sawit yang telah matang. "Petani boleh mempercepat panen tanaman kelapa sawit, tapi tetap panen buah yang matang," ujar Edy.

Dengan demikian, menjelang Nataru 2024, petani sawit di Bengkulu dihadapkan pada upaya kolaboratif untuk memastikan bahwa panen sawit dapat dilakukan dengan efisien dan maksimal. 

Semua pihak, termasuk pemerintah, asosiasi petani, dan petani sendiri, bekerja bersama-sama dalam menghadapi tantangan ini untuk menjaga kelangsungan usaha petani sawit di daerah Bengkulu.