Siak, elaeis.co - Bupati Siak Alfedri sangat menyambut baik investasi Saraswanti Group di Kabupaten Siak. Anak perusahaan itu akan membangun pabrik pupuk NPK di wilayah Kecamatan Tualang.

Dibawah payung PT Saraswanti Anugerah Indonesia (SAI), pabrik berkapasitas 8.000 ton per hari itu akan dibangun. Pembangunan pabrik ini diprediksi akan tuntas dan siap beroperasi 10 bulan kedepan.

“Tentu kita menyambut baik masuknya investasi sektor pupuk ini. Ini akan menggerakkan perekonomian daerah terutama membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat tempatan,” kata Alfedri, Sabtu (22/6).

Alfedri berharap setelah pabrik ini beroperasi mampu melayani kebutuhan pupuk di Kabupaten Siak. Sebab, Siak merupakan salah satu sentra kelapa sawit di Riau dengan luas perkebunan sekitar 346 ribu hektar.

"Nah, artinya bisnis pupuk cukup menjanjikan di Siak. Kapasitasi pabrik itu nantinya baru 200 ribu ton per tahun, kita harapkan berjalannya waktu bisa ditingkatkan. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan pupuk di Siak,” ujarnya.

CEO PT Saraswanti Group, Noegroho Hari Hardono menjelaskan bahwa nilai investasi pembangunan pabrik pupuk ini sebesar Rp 1 triliun. Di Kecamatan Tualang merupakan pabrik pupuk ke tujuh yang dibangun perusahaan se-Indonesia.

Awalnya, kata Hari, PT Saraswanti merupakan usaha kecil yang berdiri di Sidoarjo, Jawa Timur pada 1998 silam. Seiring berjalan waktu kesuksesan menghampiri perusahaan ini dan berkembang menjadi lima divisi.

“Lima divisi tersebut antara lain, pupuk, perkebunan kelapa sawit, laboratorium, property, dan yang terakhir divisi usaha lain,” ujarnya.

Hari mengaku tertarik mengembangkan bisnis di Tualang karena dekat dengan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Keberadaan pelabuhan KITB dapat mempermudah proses bongkar muat bahan baku pupuk yang didatangkan dari luar negeri.

“Jadi, gampang bongkar muat bahan baku pupuk. Sebab ada Pelabuhan Buton. Pelabuhannya juga lebar," pungkasnya.