Oleh: 
Muchtar Sinaga, Pegiat Sawit

Elaeis.co - Di Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, asa dan harapan menyelimuti jutaan petani kelapa sawit yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. 

Di tengah kepungan dinamika harga global dan tuntutan keberlanjutan, momen kemerdekaan ini menjadi panggung bagi mereka untuk menyuarakan aspirasi nyata demi kesejahteraan yang setara.

Muchtar Sinaga, pegiat sawit dan pengurus DPP Sawitku Masa Depanku (SAMADE) menyampaikan bebepara hal yang menjadi masukan kepada Pemerintah Republik Indonesia yang dipimpin Presiden RI ke-8 Bapak Prabowo Subianto agar petani sawit menjadi sejahtera. 

Beberapa kemajuan yang sudah dilakukan pemerintah saat ini seperti:

Mandatori Biodiesel B50 Peluncuran program B50 (campuran 50% minyak sawit dalam solar) menjadi strategi utama untuk menyerap hasil panen TBS (Tandan Buah Segar) di dalam negeri secara masif. Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas harga TBS di tingkat petani mandiri dari gejolak pasar global. 

Hilirisasi yang Berpihak pada Petani

Pemerintah menekankan bahwa manfaat ekonomi dari rantai pasok dan olahan industri sawit harus dinikmati langsung oleh petani, bukan hanya korporasi besar, guna mendongkrak daya beli masyarakat perkebunan

Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR)

Mendorong kemudahan akses dana bantuan dan penyederhanaan birokrasi program peremajaan tanaman sawit (replanting) agar produktivitas kebun petani swadaya meningkat

Aksesibilitas Pupuk dan Saprodi Memperbaiki rantai distribusi pupuk dan sarana produksi pertanian guna memangkas biaya operasional serta menjaga kondisi tanaman sawit rakyat

Penguatan Legalitas Lahan Melanjutkan percepatan penyelesaian status hukum tanah perkebunan rakyat agar petani memiliki kepastian hak atas tanah serta kemudahan dalam mengurus sertifikasi berkelanjutan (ISPO).