Bengkalis, elaeis.co -   Gubernur Riau (Gubri) Drs. H. Syamsuar M.Si. mencemaskan kasus kabut asap yang bersumber dari kebakaran hutan dan kahan (karhutla) kembali terjadi di Riau di 2023 ini.

"Kita khawatir di tahun politik ini terjadi bencana asap yang sama- sana tidak kita harapkan," kata Gubri Syamsuar ketika berkunjung ke Mandau, Kabupaten Bengkalis, Senin (13/4) kemarin.

Gubri Syamsuar merujuk kejadian di 2019, di mana Riau dilanda kabut asap yang hebat, yang melumpuhkan banyak sektor kehidupan di daerah ini, terutama ekonomi. Bahkan sampai dkomplain sejumlah negeri jiran.

"Alhamdulillah mulai 2020 sampai sekarang kita dapat melihat langit biru setiap hari. Makanya saya berharap 2023 ini jangan sampai hilang langit biru," ungkapnya.

Mantan Bupati Siak ini kemudian mengutip keterangan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang menyebutkan
bahwa musim kemarau tahun 2023 ini merupakan musim kemarau yang kering dan berbeda dengan tahun sebelumnya yakni kemarau basah. 

"Kalau kemarau kering ini sering terjadi kebakaran hutan dan lahan dan itu tidak kita harapkan," imbuhnya mantan Pj. Bupati Kepulauan Meranti itu.

Sebagai orang nomor satu di Riau, Gubernur Syamsuar berpesan kepada seluruh kepala desa untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat supaya tidak ada yang membakar.