Pasir Pangaraian, elaeis.co - Tumpukan tanda buah segar (TBS) kelapa sawit yang membusuk ditemukan di afdeling II dan III PTPN V Kebun Sei Rokan, Kabupaten Rokan Hulu (rohul), Riau.
Usut punya usut, ternyata penyebabnya adalah kurangnya armada angkutan yang disediakan oleh pihak vendor. Selama ini pengangkutan TBS sawit dari Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) diserahkan ke pihak vendor.
Asisten Umum (Asum) PTPN V Kebun Sei Rokan, Samuel Siregar, mengatakan, vendor seharusnya menyiapkan armada angkutan sesuai permintaan perusahaan.
"Terus terang kalau masalah angkutan, kami mengalami kendala. Armada angkutan gak cukup untuk mengangkat buah dari TPH. Tugas kita hanya menurunkan buah dari pohonnya, soal angkutan tanggung jawab vendor," katanya kepada elaeis.co, Sabtu (15/7).
Menurutnya, kondisi itu sudah pernah dilaporkan ke direksi PTPN V dengan harapan agar mendesak vendor menyelesaikan persoalan keterbatasan angkutan tersebut.
"Sejak bergantinya vendor lama H Hardiman dengan vendor yang baru yakni Herman, persoalan angkutan tak pernah tuntas," katanya.
"Persoalan angkutan TBS ini sudah cukup lama. Armada yang disediakan vendor cuma 43 unit, sementara kebutuhannya 63 unit. 43 unit tidak cukup untuk melayani 10 afdeling, ini sudah kita sampaikan ke direksi," tambahnya.
Mengingat kondisi itu, ia berharap vendor segera memenuhi jumlah unit yang sudah ditentukan supaya persoalan buah tidak terangkat bisa segera diatasi dan tidak busuk di tempat.
"Vendor mestinya bertanggung jawab atas kondisi buah tidak terangkat itu, sebab itu memang tugasnya. Kalau jumlah armada cukup, otomatis buah tidak ada yang tinggal di TPH. Tidak seperti yang terjadi saat ini, buah busuk dan tumbuh jadi tukulan," pungkasnya.
Ternyata ini Penyebab TBS PTPN V Kebun Sei Rokan Busuk di TPH
Diskusi pembaca untuk berita ini