Jakarta, elaeis.co - Sekretaris DPW APKASINDO Sumsel, M Yunus menilai kebijakan uji DNA yang rencana akan dilakukan pemerintah adalah kebijakan yang berlebihan. Sebab kondisi saat ini perkebunan kelapa sawit masih dalam kondisi terpuruk.
"Sebetulnya ini isu lama yang kembali dimunculkan," katanya, Senin (11/7).
Kata Yunus, kebijakan ini kaitannya tidak tepat dengan kondisi saat ini. Sementara jika situasi perkebunan kelapa sawit dalam keadaan normal, bisa jadi kebijakan ini cukup potensial sebagai upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit.
"Jika langkah ini dilakukan, maka seluruh komponen steakhokder harus siap. Misalnya dari produktivitas kebun petani. Sementara saat ini produksi harus diperbaiki dalam kondisi harga TBS anjlok," imbuhnya.
Yunus berharap, pemerintah justru harus lebih fokus pada perbaikan harga TBS petani. Hal ini senada dengan pandangan Ketua DPW APKASINDO Kalteng, Jamudin Maruli Tua Pandiangan yang berharap pemerintah lebih fokus menyelamatkan petani dari jebloknya harga TBS tadi.
"Sebetulnya soalan uji DNA belum terlalu penting dan menarik. Seharusnya pemerintah bereskan harga TBS terlebih dahulu," ujar
Menurutnya memang, di wilayahnya yakni Kalimantan Tengah (Kalteng) masih banyak beredar bibit palsu atau kurang berkualitas. Sementara pemerintah juga tengah kembangkan benih kelapa sawit yang memiliki potensi produksi hingga 6 ton dalam satu hektar tiap kali panen.
"Tapi ini bak makan buah simalakama, karena banyak petani swadaya yang hanya memiliki 1-3 hektare dengan keterbatasan wawasan dan biaya. Sehingga mendapatkan tawaran bibit dengan harga murah justru menjadi solusi bagi mereka," paparnya.
Saat ini pihaknya tengah berupaya untuk memberikan pemahaman terhadap petani agar lebih selektif dalam memilih benih tadi. Salah satunya melalui sosialisasi secara berkelanjutan. Untuk itu pihaknya butuh dukungan pemerintah dalam hal ini dinas perkebunan untuk menerjunkan tenaga teknis yang dapat membuktikan benih-benih kurang berkualitas tadi kepada petani.
"Di Kalteng tenaga teknis sudah mulia bermunculan bahkan semangatnya dari pengamatan kita cukup bagus," tuturnya.
"Namun kebijakan ini bisa dinomor duakan karena membaiknya harga TBS jauh lebih penting. Jad kita berharap pemerintah fokus dengan perbaikan harga TBS tadi secara perlahan. Sebab saat ini petani kelapa sawit sudah menjerit dan merasa menjadi korban," tandasnya.
Uji DNA, Kebijakan Yang Berlebihan
Diskusi pembaca untuk berita ini