Sementara, Kepala Desa Arga Mulya, Dendi Apriyadi tidak menampik budidaya bawang merah membutuhkan tantangan besar. Pasalnya, alokasi anggaran baru pertama dilakukan untuk hal itu.
Apalagi, lanjutnya, masyarakat di desanya mayoritas petani sawit. Belum lagi, kata Dendi, kondisi cuaca sangat tidak mendukung untuk perkembangan bawang merah.
"Awalnya ada penolakan dari masyarakat, ini lah tantangan kita, setelah diberikan pemahaman dan kekompakan dari semua komponen, bersyukur budaya bawang merah mendapat pengakuan dan apresiasi dari Bupati Bengkulu Utara karena dianggap berhasil," ucapnya.
Pasca-panen perdana itu, Pemerintah Desa Arga Mulya juga berencana akan membagikan bibit bawang merah untuk dikembangkan di masing-masing dusun demi membantu perempuan masyarakat.
"Cukup ekonomis sekali, hanya jangka waktu 2 bulan bawang merah sudah bisa di panen. Kedepannya akan kita kembangkan melalui bibit yang ada," tutupnya.
Ajak Petani Sawit Tanam Bawang Merah, Bupati Mian Warga Desa Arga Mulya Sudah Buktikan
Diskusi pembaca untuk berita ini