Untuk rekomendasi investasi, Arinda menyarankan beli saham TAPG dengan target harga Rp1.900 per saham dan AALI dengan target harga Rp8.000 per saham.
Meski prospek industri sawit dinilai semakin cerah, para analis tetap mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu dicermati investor. Edwin mengatakan pelemahan harga minyak mentah dunia dapat mengurangi daya saing biodiesel dibandingkan solar berbasis fosil.
Selain itu, perlambatan ekonomi global juga berpotensi menekan permintaan minyak nabati dunia. Di sisi lain, perubahan kebijakan tarif atau regulasi di negara tujuan ekspor dapat memengaruhi harga CPO dan kinerja emiten sawit.
Dengan meningkatnya permintaan domestik melalui program B50, industri sawit diperkirakan memiliki penyangga baru di tengah ketidakpastian pasar global.
Kebijakan ini tidak hanya diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan baru bagi emiten-emiten sawit yang memiliki rantai bisnis terintegrasi.
B50 Resmi Jalan, Analis Ungkap Emiten Sawit yang Diprediksi Melejit Paling Kencang
Diskusi pembaca untuk berita ini